Rabu, 23 Aug 2017
radarbali
Politik

Indikasi Black Campaign, Penyebar Selebaran Dugaan Korupsi Swatantra Ditelusuri

2017-02-14 09:30:00

Indikasi Black Campaign, Penyebar Selebaran Dugaan Korupsi Swatantra Ditelusuri

DIDALAMI: Ketua Panwaslih Buleleng Ketut Ariyani menggelar konferensi pers di Singaraja, kemarin. (Eka Prasetya/Radar Bali)

RadarBali.com – Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Buleleng masih menelusuri aksi penyebaran selebaran berisi dugaan korupsi PD Swatantra yang dilakukan bertepatan dengan masa tenang Minggu (12/2) lalu.

Pasalnya, selebaran ini bernuansa black campaign alias kampanye hitam.

Panwaslih Buleleng sendiri menemukan penyebaran selebaran itu di tiga tempat yang berbeda.

Lokasi pertama adalah salah satu rumah warga di Desa Tamblang, Kecamatan Kubutambahan. Di sana Panwaslih Buleleng menemukan ratusan selebaran yang disimpan di rumah warga setempat.

Warga itu disebut berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Ratusan selebaran itu langsung ditarik dan dibawa ke Sekretariat Panwascam Kubutambahan.

Selanjutnya Panwaslih Buleleng juga menemukan selebaran serupa di wilayah Kecamatan Seririt.

Selebaran itu ditemukan pada Minggu (12/2) sore di lobi Kantor Camat Seririt. Selain itu ada sepuluh selebaran lain yang ditemukan di Pasar Senggol Seririt.

Selebaran itu diletakkan di salah satu pedagang kaki lima yang ada di sana. Dari sepuluh selebaran, ada dua yang telah diambil warga. Konon ada orang yang sengaja menitipkan selebaran itu.

Ketua Panwaslih Buleleng Ketut Ariyani mengatakan, seluruh selebaran berisi 12 halaman itu sudah langsung ditarik dari peredaran.

Panwaslih Buleleng pun masih mengejar identitas pelaku penyebaran selebaran itu. “Kami masih identifikasi siapa yang menyebarkan selebaran ini,” kata Ariyani seraya menyatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Polsek Seririt, Polsek Kubutambahan, maupun Polres Buleleng untuk mengidentifikasi pelaku penyebaran selebaran itu. (eps/yor)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia