Rabu, 23 Aug 2017
radarbali
Politik

Tidak Netral, Dua KPPS Direkomendasikan Dicopot

2017-02-14 07:30:00

Tidak Netral, Dua KPPS Direkomendasikan Dicopot

Ilustrasi (dok JPNN)

RadarBali.comPanitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Buleleng merekomendasikan untuk mencopot dua orang anggota Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) yang ada di wilayah Kecamatan Banjar.

Keduanya diduga tidak memenuhi unsur netralitas, sehingga kredibilitas dan kinerjanya sebagai anggota KPPS pada proses pemungutan dan penghitungan suara pada Rabu (15/2) esok, diragukan.

Dua orang anggota KPPS itu adalah Ketut Artha, anggota KPPS 7 Desa Dencarik, serta I Dewa Putu Wira, anggota KPPS 7 Desa Temukus. Artha direkomendasikan oleh Panwascam Banjar melalui surat rekomendasi nomor 065/BAWASLU-PROV.BA-03/PM.02/2/2017 tertanggal 11 Februari 2017.

Sementara Wira direkomendasikan melalui surat rekomendasi nomor 066/BAWASLU-PROV.BA-03/PM.02/2/2017 tertanggal 12 Februari 2017.

Ketua Panwaslih Buleleng Ketut Ariyani mengatakan, keduanya diduga melanggar asas netralitas sebagai perangkat penyelenggara Pemilu.

Menurut Ariyani, Panwaslih Buleleng melakukan pengawasan dalam proses pembekalan saksi dari pasangan calon nomor urut satu, Dewa Nyoman Sukrawan dan Gede Dharma Wijaya alias Pasangan Surya.

Dalam pembekalan itu, kedua anggota KPPS ini ternyata ikut dalam proses pembekalan.

“Mereka berdua ikut dalam kegiatan pembekalan saksi. Ikut jadi peserta, dibuktikan dengan namanya tercantum dalam absensi daftar hadir, ikut membagikan amplop, dan ikut sumpah janji sebagai saksi juga di situ,” kata Ariyani.

Ariyani menyatakan Panwascam Banjar telah menerbitkan rekomendasi itu dan menyerahkannya kepada Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Banjar untuk ditindaklanjuti, berikut ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Buleleng.

Sementara itu Komisioner Divisi Sosialisasi dan Sumber Daya Manusia KPU Buleleng, Gede Sutrawan mengatakan, rekomendasi itu telah ditindaklanjuti oleh KPU Buleleng, dengan cara mengganti anggota KPPS yang bersangkutan.

Kata dia, KPU Buleleng masih bisa melakukan pergantian antar waktu (PAW) anggota KPPS.

Dalam proses PAW itu, KPU Buleleng menyerahkan sepenuhnya kepada Panitia Pemungutan Suara (PPS).

Sampai kini, dari 7.602 orang anggota KPPS di seluruh Buleleng, KPU Buleleng mengaku sudah mengganti enam orang anggota KPPS.

Tiga orang karena tidak netral, tiga orang mengundurkan diri dengan berbagai alasan. (eps/yor)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia