Rabu, 23 Aug 2017
radarbali
Bali Utama

Waduh… Maling Jebol Plafon, Gondol Uang ATM Rp 71 Juta

2017-02-06 06:00:00

Waduh… Maling Jebol Plafon, Gondol Uang ATM Rp 71 Juta

BERAKSI DINI HARI : ATM BCA di gerai Indomaret Jalan Uluwatu II, Kedonganan, Kuta, Badung, tampak berantakan dan diberi garis polisi pasca kejadian, kemarin. (Istimewa)

RadarBali.com - Belum tuntas pengusutan kasus perampokan money changer di Kuta, muncul lagi kejadian pembobolan anjungan tunai mandiri (ATM) BCA.

Kejadian berlangsung di Indomaret Jalan Uluwatu II, Kedonganan, Kuta, Badung, dibobol kemarin (5/2), sekitar pukul 02.30.

Komplotan yang diduga lebih dari satu orang ini diduga masuk ke dalam Indomaret dengan cara menjebol plafon.

Mereka pun berhasil menggondol uang dalam brankas ATM sebanyak Rp 71 juta.

Dalam keterangannya kemarin, Kapolsek Kuta Kompol I Wayan Sumara menuturkan bahwa aksi pembobolan mesin ATM tersebut baru diketahui karyawannya Edi Alpian Saputra, 22, kemarin sekitar pukul 06.30.

Karyawan ini dikejutkan kondisi toko yang sudah dalam keadaan berantakan. Begitu pintu dibuka dan masuk ke dalam Indomaret sudah amburadul.

Plafon di bagian kasir toko Indomaret tersebut runtuh. Komputer serta barang-barang sudah berserakan di lantai ketika menoleh ke mesin ATM ternyata amburadul. Serta ditemukan sebuah tabung gas bekas pakai yang terletak di depan mesin itu.

Saksi kemudian melihat ke bagian belakang tempat server CCTV.

Namun, di dalam ruangan server itu juga sudah dalam keadaan berantakan dan kabelnya sudah dalam keadaan putus.

Bukan hanya itu, pintu depan yang terbuat dari kaca dalam keadaan terlepas.

“Mereka masuk lewat atap  dan kemungkinan keluar dengan cara membuka pintu,” duga Kapolsek mengutip keterangan para saksi kemarin.

Melihat kondisi tempat kerjanya berantakan, saksi kemudian menghubungi pihak supervisor toko.

Atas saran kantor pusat, saksi kemudian melaporkan ke pihak kepolisian.

Anggota dari Unit Reskrim Polsek Kuta dan tim Inafis pun langsung turun dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Selain itu, petugas juga mendalami keterangan sejumlah saksi. “Kami melakukan pendalaman dan memeriksa sidik jari di lokasi. Ada beberapa alat bukti yang diduga milik pelaku yang ditinggalkan di lokasi seperti botol air mineral bekas minum dan sebungkus rokok milik pelaku,” katanya seraya mengakui sudah mengamankan BB berupa tabung gas LPG melon, rokok, dan air mineral.

Kapolsek Ubud Gianyar ini diduga menggunakan las untuk membobol mesin ATM.

Dari aksi yang dilakukan diduga pelaku lebih dari satu orang. Bahkan, keterangan seorang karyawan BCA, Agung Natha Parmana, 50, sekitar pukul 03:15, ATM BCA termonitor dari kantor PT Abacus Denpasar dalam kondisi gangguan  komunikasi.

“Ternyata kegagalan komunikasi pada malam itu diakibatkan ulah para pelaku ini. Dari rekaman internal BCA, pelaku diduga masuk pukul 02.30, dan terlihat kalau yang masuk lebih awal adalah satu  orang saja. Setelah itu dia putuskan kabel sehingga tidak terlihat pelaku lain. Kami masih mendalami,” pungkasnya.

Di sisi lain, terkait perampok bersenjata yang sempat melakukan penyekapan saat beraksi di money changer milik PT Dirgahayu Valuta Prima, pada Sabtu siang lalu (4/2) juga dalam pengusutan petugas.

Polisi langsung melakukan pra rekonstruksi pada Sabtu sore lalu pukul 20.00, di kompleks pertokoan Segitiga Mas, Nomor 5, Jalan Bypass Ngurah Rai, Kuta, Badung.

Ini dilakukan untuk mengetahui kejelasan dari keterangan para saksi yang merupakan korban penodongan dan penyekapan.

Ternyata, diketahui bahwa ada seorang anggota Brimob yang mengawal uang ke lokasi kejadian.

Pra rekonstruksi yang dimulai pukul 20.00 hingga pukul 21.30. Dihadiri ke-5 saksi dan juga petugas gabungan dari Tim Inafis, Satuan Reskrim Polresta, Unit Reskrim Polsek Kuta, dan Intelkam Polresta serta Polsek Kuta, ini berlangsung 23 adegan.

Adegan-adegan tersebut untuk memberi gambaran petugas kepolisian untuk mengungkap aksi pelaku tersebut.

“Total 23 adegan ini lebih menggambarkan aktivitas mereka (saksi) sebelum dan sesudah. Kita butuh gambaran agar mengungkap pelaku perampokan bersenjata ini. Selain itu untuk menjaga berbagai kemungkinan adanya keterlibatan orang dalam juga,” tutur Kapolresta Denpasar Kombespol Hadi Purnomo.

Usai kejadian petugas menelisik keterangan dari 5 karyawan yang berada di lokasi saat kejadian tersebut.

Kelima karyawan menceritakan aktivitas mereka sebelum para pelaku masuk dan juga saat terjadi penyekapan di dalam ruangan teller hingga berhasil menyelamatkan diri usai kejadian.

Dalam rekonstruksi ini tergambarkan  bahwa aksi para pelaku yang berjumlah 4 orang ini setelah petugas dari Brimob Polda Bali usai melakukan pengawalan brankas ke perusahaan PT Dirgahayu Valuta Prima.

Dalam pra rekonstruksi, diketahui petugas Brimob Polda Bali bersama seorang saksi yakni I Ketut Buda Irdi, 49, selaku sopir perusahaan sekitar pukul 08.30 tiba di lokasi kejadian. Yakni dengan membawa dua brankas yang terisi uang Rp 733 juta.

Sekitar pukul 09.02 anggota Brimob bergerak menuju markas diantar sopir tersebut.

Kemudian sekitar pukul 09.45, sang sopir tiba di lokasi dan duduk bersama para karyawan lain serta melakukan aktivitas seperti biasa.

Selang satu jam kemudian, para pelaku datang ke lokasi dengan menodongkan senjata jenis air softgun kepada para karyawan.

Termasuk sang sopir lalu me-lakban mata dan mulut sehingga mereka beraksi dengan leluasa.

Lebih jauh dijelaskan Kapolresta, bahwa penyelidikan terhadap kasus perampokan dengan senjata api ini menjadi perhatian serius.

Bahkan, anggota sudah dikerahkan ke setiap titik alias akses menuju keluar Bali yakni Pelabuhan Padangbai, Gilimanuk, dan Bandara Ngurah.

“Kami masih dalami. Anggota pun sedikit sudah menemui titik terang,” sebutnya tanpa merinci detail tentang dugaan pelaku. (dre/pit)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia