Rabu, 23 Aug 2017
radarbali
Basket

Merpati Bali Amankan Tiket Semifinal

2017-02-04 09:30:00

Merpati Bali Amankan Tiket Semifinal

Merpati Bali v Tanago Friesian Jakarta (Adrian Suwanto/Radar Bali)

RadarBali.com - Merpati Bali berhasil membungkam Tanago Friesian Jakata (65-37), dalam lanjutan babak penyisihan pool pro B Honda-Merpati Bali Women Basketball Challenge 2017 feat Jawa Pos Radar Bali Student Basketball League di GOR Merpati sore kemarin (3/2).

 Dengan kemenangan kemarin, Merpati Bali memastikan diri merebut satu tiket semifinal.

Pada laga kemarin, strategi berbeda diterapkan Pelatih Kepala Merpati Bali Bambang Asdianto Pribadi.

Dari starting five yang biasanya diisi Helena Maria Elizabeth Tumbelaka, Agustin Elya Gradita Retong, Dewa Ayu Made Sriartha Kusuma Dewi, Kadek Pratita Citta Dewi, dan Jacklien Ibo.

Kali ini coach Bing-panggilan Bambang Asdianto Pribadi memilih mengubah formasinya. Seperti memasukkan Ni Putu Eka Liana Febriananda untuk menggantikan Dewa Ayu Sriartha.

Sayangnya strategi ini terbilang tak terlalu sukses. “Kami sekalian mau develop Eka. Tapi Eka tidak sesuai dengan ekspektasi. Termasuk juga Rima (Anggen Suari, Red),” beber Asisten Pelatih Merpati Bali Muflih Farhan yang ditemui usai pertandingan kemarin.

Lantas mengapa harus mengganti Ayu dengan Eka?. Kak F, sapaan akrab Muflih Farhan menjelaskan, saat latihan pagi kemarin Ayu sedikit kurang fokus.

“Tadi (kemarin, Red) Ayu memang tidak bagus dalam latihan. Makanya digantikan dulu,” terangnya.

Tak sempurnanya strategi tersebut, terlihat di kuarter pertama. Sebab hingga akhir kuarter awal, Merpati Bali hanya unggul tipis (17-11).

Memasuki kuarter kedua, tuan rumah juga gagal menjauh, dan hanya mampu unggul 36-22.

Perbedaan terlihat saat kuarter ketiga, saat masuknya starting five sekaligus. Perolehan poin Merpati langsung melesat dan unggul jauh 56-25 di akhir kuarter ketiga, sebelum menutup laga dengan skor akhir 65-37.

“Kami memanfaatkan keunggulan Ayu. Tapi menjaga zona defense tidak bagus. Ini menjadi pekerjaan rumah kami untuk menatap semifinal,” terangnya.

Di sisi lain, coach Bing mengungkapkan, setiap pertandingan dan setiap latihan, harus bisa menemukan sesuatu yang berbeda.

“Kalau menang kalah itu gampang. Setiap pertandingan harus menemukan yang berbeda. Waktu lawan Tanago saya bilang demikian. Harus ada sesuatu yang secara tim itu dapat,” ungkapnya.

Di bagian lain, Pelatih Tanago Friesien Jakarta Rifky Antolyon, mengakui anak asuhnya kalah pengalaman.

“Karena mereka (Tanago Friesian, Red) pemain amatir semua. Yang kedua, usia yang masih muda. Tapi kali ini Tanago no target ya. Saya bukan sulap. Yang ketiga, ini bisa menjadi landasan pacu untuk menatap kompetisi profesional,” terangnya.

Dia mengatakan, Tanago sudah beruntung karena tidak dijebol Merpati Bali 70 poin.

“Bisa membobol 30 pon saja kami sudah bersyukur. Kalau tidak diginikan, anak-anak tidak paham. Kami nothing to lose saja. Ambil peringkat lima saja bagus,” ungkapnya.

“Tapi kami tetap berusaha. Saya juga teriak-teriak di pinggir lapangan. Saya tetap berdiri dan berteriak untuk meningkatkan motivasi. Jujur, kami kalah segala dari Merpati,” pungkasnya. (lit/wid)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia