Rabu, 23 Aug 2017
radarbali
Hiburan Budaya

Bayu Cuaca Susun Tesis Perjuangan Anak Sekolah

2017-01-31 15:30:00

Bayu Cuaca Susun Tesis Perjuangan Anak Sekolah

HUMAN INTEREST: Salah satu foto dokumentasi karya Bayu Cuaca yang direkam khusus untuk penyusunan tesis program pasca sarjana di ISI Denpasar. (Adrian Suwanto/Radar Bali)

RadarBali.com - SETELAH hampir tujuh bulan menyusun tesis untuk meraih gelar S2 di ISI Denpasar, penyanyi Nyoman Bayu Juniartha atau yang akrab disapa Bayu Cuaca akhirnya menuntaskan tugas akhirnya.  Yaitu program pasca sarjana alias magister  ISI Denpasar jurusan Penciptaan Seni dalam sidang yang digelar Senin (30/1) kemarin.

Dengan menampilkan tujuh pameran penciptaan lewat fografi dokumenter, Bayu mengangkat tentang perjuangan anak SD di Tanah Aron Kecamatan Bebandem dalam menempuh jarak sekolah melalui jalan terjal dan berbahaya.

Ditemui usai sidang tesisnya, penyanyi yang hits lewat lagu tunangan langka ini menceritakan pesan di balik isi foto-foto yang ia tampilkan.

Dalam foto domumenter itu, terlihat bagaimana puluhan siswa siswi salah satu SD di Tanah Aron yang berasal dari Desa Nangka yang merupakan desa pelosok yang berlokasi di bawah kaki gunung.

“Jadi untuk melewati jalan itu, mereka masuk hutan-hutan dengan kondisi geografis yang sangat terjal. Karena di desa Nangka sendiri tidak ada sekolah,” ujarnya.

Bahkan lanjut Bayu, untuk mencapai sekolah, para pelajar dari Desa Nangka ini harus menempuh jarak enam kilo meter, jadi untuk pulang pergi jarak yang ditempuh sejauh 12 kilo meter.

Dalam pengambilan foto tersebut, Bayu harus datang di lokasi jalan yang dilalui para murid saat akan berangkat sekolah.

“Jadi untuk mengambil foto, saya harus cari angle agar dapat foto yang bagus. Sampai harus naik pohon,” kenang pria yang tinggal di Bitera Gianyar ini.

Selain pesan perjuangan dari murid-murid SD ini dalam menempuh pendidikan, ia juga ingin lewat karya tesisnya ini ada perhatian dari pemerintah bahwa ada warganya yang berada dalam kondisi tersebut untuk sekadar mengenyam pendidikan.

“Dan aku lihat tidak ada raut wajah kecewa dari mereka, justru mereka menebar senyuman di tiap langkahnya. Seharusnya ini menjadi perhatian untuk pemerintah,” ungkapnya.

Sementara itu Kaprodi Pasca Sarjana ISI Denpasar Ketut Sariada mengatakan dalam ujian akhir tersebut terdapat tujuh mahasiswa pasca sarjana yang menjalani sidang pada bulan Januari ini.

Sidang yang berlangsung pada Senin kemarin, diikuti lima mahasiswa dengan tiga tugas akhir tesis dan dua fotografi dokumenter.

“Untuk satu mahasiswa yang menggeluti tugas akhir fotografi itu menampilkan tujuh karya fotografi dalam satu tema. Untuk saat ini hanya fotografi saja yang ditampilkan,” pungkasnya. (zul/rid)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia