Rabu, 23 Aug 2017
radarbali
Bisnis

Asephi Bali Optimis Ekspor Barang Kerajinan Tumbuh Positif

2017-01-31 14:30:00

Asephi Bali Optimis Ekspor Barang Kerajinan Tumbuh Positif

POTENSI : Para perajin di kawasan Penatih, Denpasar tengah menyelesaikan patung kayu karyanya. Asephi Bali optimis ekspor produk barang kerajinan tumbuh positif tahun ini. (Adrian Suwanto/Radar Bali)

RadarBali.com - Sejak krisis ekonomi menimpa Eropa dan Amerika tahun 2009 lalu, nilai ekspor barang asal Bali terus mengalami penurunan sebesar 2,5 persen hingga 3 persen setiap tahunnya.

Syukurnya tren penurunan itu perlahan menunjukkan kinerja positif pada 2016 lalu, ketika penurunan tersebut turun tipis menjadi 1,28 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Untuk 2017, kami semakin optimis jika nilai ekspor produk kerajinan asal Bali akan mengalami peningkatan satu hingga tiga persen. Karena para buyer di Amerika Serikat sebagai tujuan ekspor utama barang asal Bali optimis kondisi perekonomian sudah membaik,” ujar Ketua BPD Asephi Bali, Ketut Dharma Siadja saat ditemui disela-sela pelantikan pengurus BPD Asephi Bali di Fave Hotel Denpasar, Senin (30/1) kemarin.

Menurutnya berbagai strategi dan perbaikan sudah siap dilakukan Asephi Bali, agar nilai ekspor produk kerajinan asal Bali mengalami pertumbuhan positif tahun ini.

Mulai dari rencana menjalin kerjasama dengan desainer lokal dan nasional, untuk pengembangan kreativitas para perajin, hingga mengantarkan para anggota Asephi untuk mendapatkan fasilitas pendanaan berbunga rendah.

“Selain itu, masalah promosi, kami akan mencoba bekerja sama dengan beberapa mall, hotel berbintang, BUMN, dan lembaga-lembaga di luar negeri. Agar anggota Asephi bisa mendapatkan manfaat berpameran, baik itu pameran di dalam negeri maupun di luar negeri,” terangnya.

“Jadi, produsen-produsen yang menjadi anggota Asephi Bali bisa tersalurkan produknya, baik itu dalam dan luar negeri,” imbuhnya.

Terkait dengan kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan Presiden Amerika, Donald Trump. Dia mengakui hal tersebut belum berdampak pada kegiatan ekspor produk kerajinan asal Bali ke Amerika Serikat sebagai tujuan ekspor terbesar.

Hingga saat ini, kegiatan ekspor ke negara tersebut relatif normal. “Amerika masih pangsa pasar terbesar untuk kerajinan asal Bali. Kerajinan kayu masih menjadi produk yang banyak di ekspor ke negara tersebut,” katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan, meski tidak memiliki potensi sebesar Amerika Serikat, Siadja mengungkapkan pihaknya juga telah mengajukan Amerika Selatan sebagai pasar ekspor baru produk kerajinan asal Bali.

Langkah ini dilakukan, melihat hasil pameran Asephi di Eropa, ketika banyak warga Amerika Selatan yang menyukai dan membeli produk-produk kerajinan asal Bali.

“Kami melihat Amerika Selatan ini memiliki pasar yang potensial. Dibandingkan dengan negara Timur Tengah dan Afrika. Di Timur Tengah tidak cocok dengan barang-barang kerajinan, kecuali garmen. Di sana lebih cocok barang-barang elektronik dan barang-barang bermerek,” ungkapnya. (ayu/wid)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia