Rabu, 23 Aug 2017
radarbali
Kriminal

Pengeroyok Pentolan Ormas Diduga ABG yang Sedang Teler

2017-01-30 10:00:00

Pengeroyok Pentolan Ormas Diduga ABG yang Sedang Teler

Ilustrasi (dok jawapos.com)

RadarBali.com – Pelaku pengeroyokan terhadap pentolan ormas Ida Bagus Adianggara, 27, di depan Banjar Pesanggaran, Densel pada Rabu dini hari (25/1) sekitar pukul 01.30 Wita sedikit demi sedikit mulai terkuak.

Dari keterangan saksi korban dan beberapa alat bukti petunjuk, pelaku diduga anak baru gede (ABG) dari komplotan geng motor.

Kini, petugas Polsek Densel pun sedang melakukan pengejaran terhadap para pelaku.

“Petugas telah memintai keterangan korban. Korban mengaku tidak pernah terlibat masalah dengan siapa pun,” terang sumber di kepolisian kepada koran ini, kemarin.

Menurut sumber yang minta namanya dirahasiakan ini, Bagus Adianggara mengaku saat mengendarai sepeda motor, tiba-tiba dihadang di depan Balai Banjar Pesanggaran, persis di persimpangan Pesanggaran-By Pas Ngurah Rai.

Karena itu, terjadi perkelahian yang berujung penusukan ketika pulang dari menjaga lahan parkir di Jalan Danau Tempe.

Diakui korban, saat peristiwa terjadi, di tempat kejadian perkara dalam keadaan sepi.

“Dia mengaku tidak mengenali para pelaku yang masih ABG. Awalnya dihadang dan langsung diludahi oleh dua orang yang mengendarai satu sepeda motor,” bebernya.

Setelah diludahi, korban langsung mempertanyakan apa salahnya? Tak digubris, maka korban pun sempat membentak para ABG itu.

Terjadilah aksi saling dorong antara korban dan kedua ABG. Tak lama kemudian, ada tiga sepeda motor dan pengendaranya sambil berbonceng mendatangi TKP, lalu menyerang korban.

“Dia dikeroyok. Salah satu pelaku sempat memukulnya dengan sebuah benda tumpul di pelipisnya. Setelah itu ada yang menusuknya dari depan dan belakang sehingga ia mengalami luka tusukan di dada kanan, pinggang kiri dan pinggang kanan,” tutur dia.

Ia pun langsung minta tolong kepada pengguna jalan untuk membawanya ke rumah sakit.

Menurutnya, dari tingkah laku para pelaku, diduga mereka dalam keadaan mabuk dan sudah berencana untuk menghadang korban.

Namun motifnya belum bisa dipastikan, apakah salah paham atau tidak, korban hanya mengaku bahwa tiba-tiba dihadang.

“Pelakunya, kata korban para ABG yang jumlahnya lebih dari 8 orang, diduga mereka dalam keadaan mabuk. Karena kata korban kondisi mereka sempoyongan,” jelasnya

Kapolsek Denpasar Selatan Kompol Aris Purwanto mengaku, hingga kini pihaknya masih melakukan pengembangan terkait masalah tersebut.

“Benar diduga pelaku merupakan ABG, hanya belum bisa dipastikan apakah mereka merupakan kawanan geng motor atau bukan. Kalau sudah terungkap pasti kita akan rilis,” singkat Aris. (dre/yor)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia