Sabtu, 19 Aug 2017
radarbali
Kriminal
Kasus Korupsi UP Pertambangan

Disudutkan Mantan Bupati, Bupati Gianyar Klaim Siap Diperiksa

2016-11-25 10:00:00

Disudutkan Mantan Bupati, Bupati Gianyar Klaim Siap Diperiksa

BLAK-BLAKAN: Made Arnawa membeber kasus UP Pertambangan kepada wartawan sebelum jadi saksi terdakwa Bagus Rai Rabu lalu (Miftahuddin Halim/Radar Bali)

RadarBali.com - Kasus korupsi Upah Pungut (UP) sektor pertambangan Kabupaten Bangli menjadi bola liar. Terutama setelah kemunculan mantan Bupati Bangli, I Nengah Arnawa, menjadi saksi di persidangan.

Keterangan Arnawa membuat Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Bangli panas dingin. Buntutnya Kejari Bangli mau tidak mau harus menghadirkan Gianyar di persidangan untuk diperiksa sebagai saksi.

Pasalnya, Arnawa dengan lantang membeber kedudukan I Made Gianyar sebagai Bupati Bangli saat ini. Kejari Bangli yang selama ini terkesan pasif, tidak mau menyelidiki keterlibatan

Gianyar pun seperti gelagapan mendengar ocehan Arnawa. Tidak hanya jaksa, majelis hakim juga dibuat tegang dengan pengakuan Arnawa.

Pria yang pernah menjabat ketua DPRD Bangli sebelum menjadi Bupati Bangli dua periode, itu benar-benar menyudutkan Gianyar.

Bahkan, Arnawa menyebut Gianyar sebagai pihak paling bertanggung jawab dalam kasus korupsi UP sektor pertambangan Kabupaten Bangli.

Kepala seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari Bangli, Elan Jaelani yang turun langsung dalam persidangan, mengaku tidak terbebani dengan nyanyian Arnawa.

“Ya itu (keterangan) kan hak beliau (Arnawa)‎ sebagai saksi. Sah-sah saja,” terang Jaelani. Disinggung apakah ada rencana penyelidikan ‎Gianyar, Jaelani tidak mau menjawab.

Dia berdalih fokus perkara dengan dua terdakwa Bagus Rai Darmayuda dan AA Alit Darmawan. Dua mantan Kepala Dispenda Bangli itu dianggap bertanggung jawab atas terjadinya korupsi UP sektor pertambangan Bangli.

Namun, saat didesak pemeriksaan Gianyar sebagai saksi, Jaelani menyebut Gianyar dalam berkas berita acara tercantum sebagai saksi.

Sehingga Gianyar memiliki kewajiban datang sebagai saksi. “Kalau di berita acara jadi saksi, berarti ada jadwal sebagai saksi di pengadilan. Untuk jadwalnya, saya belum tahu. Yang jelas, beliau sebagai saksi,” papar Jaelani.

Dikonfirmasi terpisah, Gianyar mengaku siap hadir di persidangan sebagai saksi. Gianyar menyebut setiap warga negara mempunyai kedudukan sama di hadapan hukum.

“Sebagai warga negara, saya harus tunduk pada hukum yang ditetapkan oleh aparat penegak hukum,” kata Gianyar singkat.

Dalam persidangan Rabu (23/11) malam, Arnawa menyebut permasalahan dipicu keluarnya SK No 977/153/2011, yang ditanda tangani Bupati Made Gianyar‎.

“Yang Mulia, yang bermasalah itu sebenarnya SK Tahun 2011, SK dibuat tanpa kajian yuridis," ungkap Arnawa di hadapan majelis hakim pimpinan Sutrisno, dengan anggota Wayan Sukanila.

Pernyataan ‎menohok Arnawa membuat hakim Sukanila naik darah. Meski sidang berlangsung hampir tengah malam, suasana sidang berjalan dengan tensi tinggi.

Sukanila mengejar keterangan Arnawa yang menyebut SK Tahun 2011 bermasalah. Arnawa menyatakan SK Tahun 2011 tidak diparaf Kabag Hukum dan Disposisi Sekda.

Arnawa juga menyebut terbitnya SK inisiatif Gianyar, bukan usulan dari SKPD teknis. Penjelasan Arnawa membuat Sukanila semakin gusar.

“Anda jangan sembarangan memberikan keterangan. Anda tadi sudah disumpah. Anda bisa menunjukkan SK 2011 itu bermasalah?

Anda punya buktinya?” kejar Sukanila dengan nada tinggi. Dengan nada santai Arnawa menjawab dirinya memiliki bukti tersebut.

Sukanila semakin bersemangat. Sukanila menantang Arnawa menunjukkan bukti tersebut dalam sidang sebelumnya.

“Anda harus tunjukkan SK yang Anda sebut bermasalah. Kalau Anda tidak bisa, ada konsekuensi hukum yang harus Anda tanggung,” ancam Sukanila. “Saya ada buktinya, siap Yang Mulia,” jawab Arnawa.

Sebelum sidang terjadi pemandangan menarik antara Arnawa dengan I Gede Winasa yang juga disidangkan dalam kasus korupsi perjalanan dinas fiktif.

Keduanya tampak akrab saat bertemu. Mantan bupati yang berkuasa di era sama (2000-2010) itu sempat berpelukan dan sambil tertawa.(san/mus)

 

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia