Minggu, 20 Aug 2017
radarbali
Kriminal

Mabuk Berat, Menantu Tusuk Mertua Hingga Tewas Bersimbah Darah

2016-11-25 07:00:00

Mabuk Berat, Menantu Tusuk Mertua Hingga Tewas Bersimbah Darah

Pelaku Wayan Purnayasa diamankan Polsek Mengwi kemarin (Istimewa)

RadarBali.com – Minuman keras kembali jadi pemicu aksi kekerasan. Itu dibuktikan oleh Wayan Purnayasa, 31, Rabu (23/11) malam pukul 22.00 Wita.

Lantaran mabuk berat, warga Banjar Delod Bale Agung, Mengwi, Badung, ini lepas kontrol hingga nyaris membunuh sang istri, Ni Putu Sunantri, 30.

Apesnya, sang mertua Ni Nyoman Sulatri, 61, yang berusaha melerai pertengkaran anak kandungnya dengan sang menantu justru meregang nyawa setelah tewas tertusuk pisau pelaku: Wayan Purnayasa.

Menurut sumber di TKP, pembunuhan tanpa sengaja itu bermula ketika pelaku yang berprofesi sebagai sopir freelance di Kuta, pulang dalam kondisi mabuk berat.

Ulah pelaku membuat istrinya berang. Cekcok mulut pun tak bisa dihindari. Pelaku yang berstatus nyentana, tampaknya, berang lantaran dimarahin habis-habisan oleh sang istri.

Spontan dia mengambil pisau dan menantang istri dan keluarganya. “Mai nyen ane bani ngelawan cang, mai pesu ke malun cang,” tutur sumber.

Karena tak ada yang menanggapi tantangannya, pelaku kemudian menendang sepeda motor dan memecahkan kaca jendela kamar istrinya.

Sadar mulai larut malam dan menganggu tidur tetangganya, istrinya kemudian meminta pelaku segera tidur. Bahkan, Ketut Karma, mertua pelaku ikut menenangkan pelaku.

Kedatangan sang mertua membuat pelaku sedikit tenang. Melihat kondisi itu, korban Ni Putu Sunatri langsung mengambil pisau dari tangan Wayan Purnayasa.

Diduga karena pelaku kukuh tidak melepas pisau akhirnya sang mertua merampas dengan paksa dan saling rebutan.

Saat itulah pisau mengenai korban. Tak lama kemudian korban tumbang. “Kronologis kejadian bagaimana korban tertusuk belum jelas, masih ditelusuri kepolisian,” ujar sumber.

Yang jelas, pasca kejadian, pelaku langsung diamankan warga ke kantor kepolisian. Kanitreskrim Polsek Mengwi Iptu AAN Saputra membenarkan kasus tersebut.

"Motif keributan belum kita ketahui. Benar katanya ada luka goresan pada ibu jari, namun sebelum tewas korban diketahui jatuh dan keluarkan busa dari mulut.

Tapi, seperti apa kejelasannya, tunggu saja hasil visum dari rumah sakit,” papar Iptu AAN Saputra. (ara/mus)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia