Rabu, 23 Aug 2017
radarbali
Bali United

Optimis Tatap Laga, Coach Indra Kesal PT GTS Ubah Jadwal

2016-11-23 08:00:00

Optimis Tatap Laga, Coach Indra Kesal PT GTS Ubah Jadwal

LATIHAN: Bek kiri Ricky Fajrin berduel dengan striker Binter Wirahadi saat latihan di Stadion Trisakti kemarin (Alit Binawan/Radar Bali)

RadarBali.com - Bali United kembali melakukan latihan Selasa sore kemarin (22/11) di Lapangan Trisakti, Legian pasca memetik kemenangan meyakinkan 2-4 atas PS TNI Minggu lalu (20/11) di Stadion Pakansari, Cibinong.

Latihan kemarin difokuskan pada conditioning pasca pertandingan. “Kalian tahu kan conditioning itu apa?” ujar Manajer Bali Unitedd Indra Sjafri kepada para wartawan usai latihan kemarin.

Disinggung mengenai apakah Indra Sjafri tetap optimis hingga pertandingan terakhir bersua Persija Jakarta di Stadion Kapten I Wayan Dipta tanggal 18 Desember mendatang, Indra Sjafri tetap mengatakan optimis.

“Tetap saya memiliki optimisme yang tinggi. Dari dua tahun lalu sejak saya menginjakkan kaki di Bali, saya tetap optimis. Nah optimisnya apa? Saya optimis sepakbola di Bali akan lebih maju lagi ke depannya,” terangnya.

Melawan Persegres Gresik United di pekan ke-30 ISC A 2016, Indra Sjafri mengaku belum ada bayangan. Sebab, jadwal pertandingan masih selalu berubah.

“Lawan Gresik (Persegres Gresik United, red) tergantung ini. kami belum bisa memastikan kapan akan berangkat ke Gresik kalau seperti ini,” terang mantan Pelatih Timnas U-19 tersebut.

Dirinya terlihat agak geram karena PT Gelora Trisula Semesta (GTS) selaku operator ISC A 2016 terlihat plin-plan dalam menentukan jadwal pertandingan.

“GTS mondar-mandir. Dari jadwal semula tanggal 25 menjadi tanggal 28. Tetapi sekarang berubah lagi menjadi tanggal 27 November,” tuturnya.

Padahal, PT GTS sudah melayangkan surat kepada Bali United tentang jadwal pertandingan melawan Persegres menjadi tanggal 28 November mendatang.

Dalam situs resmi ISC A 2016 yakni Indonesiansc.com, jadwal Persegres kontra Bali United tanggal 28 November mendatang.

“Sekarang GTS yang minta dimajukan jadi tanggal 27 November,” tambahnya. Bukan itu saja, pelatih asal Sumatera Barat tersebut juga mengkritisi jadwal pertandingan kontra PSM Makassar di kandang yang diubah oleh PT GTS.

Indra Sjafri pun keberatan dengan jadwal tersebut karena cukup berdekatan dengan jadwal kontra Arema Cronus yang hanya berselang tiga hari saja.

Jika melawan Arema, Serdadu Tridatu dilakukan pada tanggal 3 Desember, kontra PSM yang juga dikandang dimajukan menjadi tanggal 6 Desember.

“Lawan PSM seharusnya tanggal 8 Desember, tetapi diubah oleh GTS menjadi tanggal 6 Desember. Saya keberatan karena terlalu dekat setelah lawan Arema,” bebernya.

Wajar memang jika Indra Sjafri keberatan karena jeda pertandingan hanya tiga hari dan ini sangat merugikan Bali United karena persiapan bisa saja sangat minim dan bisa jadi para pemain Bali United kelelahan.

Alasan PT GTS yang memajukan jadwal pertandingan Bali United juga tidak jelas dan pihak Bali United tidak mengetahui alasan tersebut. (lit/mus)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia