Rabu, 23 Aug 2017
radarbali
Tenis

Kalah Agresif, Sagung Gagal Rengkuh Juara Sirnas Nusa Dua Open

2016-11-20 13:30:00

Kalah Agresif, Sagung Gagal Rengkuh Juara Sirnas Nusa Dua Open

KALAH ULET: Sagung Putri Dwinta Augustarani gagal merebut gelar juara Sirnas Nusa Dua Open setelah dikalahkan petenis asal Jogjakarta, Novela Rezha Milenia (Alit Binawan/Radar Bali)

RadarBali.com - Petenis putri Bali, Sagung Putri Dwinta Augustarani gagal merebut gelar juara Sirnas Nusa Dua Open setelah dikalahkan petenis

asal Jogjakarta, Novela Rezha Milenia dua set langsung 6-3, 6-3 di Lapangan Tenis Grand Hyatt, Nusa Dua Sabtu kemarin (19/11).

Dalam pertandingan kemarin, petenis berusia 19 tahun tersebut sebenarnya sudah mampu mengimbangi perlawanan Novela.

Sagung di set pertama sempat unggul 1-3, tetapi Novela mampu mengejar ketertinggalan. Di set kedua, hal sama terjadi sehingga memaksa Sagung menjadi runner up dalam kejuaraan ini.

Sagung yang ditemui usai pertandingan mengatakan jika lawannya memang lebih agresif dalam bertanding.

“Lebih agresif dia (Novela, red). Kami sebenarnya sudah sama-sama capek, tetapi dia lebih nekad,” terang putri pasangan I Gusti Ngurah Gede Fajar Darma Semara dan Sylvia Andaruni tersebut.

Beberapa kali pula Sagung gagal melakukan forehand. Akibatnya, poin dapat dengan mudah didapt oleh Novela.

“Sudah tidak ada tenaga untuk ngembaliin bola. Dia juga tidak kasih kesempatan untuk menyerang,” beber petenis yang saat ini sedang menempuh pendidikan di Eastern Kentucky University tersebut.

Ditanya apa kendala dirinya yang sudah sempat unggul justru berbalik tertinggal oleh Novela, Sagung mengatakan jika itu memang kesalahan dirinya.

Apalagi, senar raket Novela di set kedua sempat putus dan justru Novela yang berhasil menambah poin. “Sudah unggul tapi justru ngumpan-ngumpan saja. Dia pintar. Hanya nunggu saja,” jelasnya.

Disisi lain, Novela Rezha Milenia mengatakan jika kunci utama dirinya memenangkan pertandingan kali ini adalah tidak ada beban.

“Kalah menang biasa. Itu kuncinya dan jangan sampai dia (Sagung, red) curi poin,” beber petenis berusia 17 tahun tersebut.

Petenis peringkat kelima nasional tersebut menambahkan, Sagung masih sering melakukan personal error sehingga dirinya mampu mencuri kesempatan tersebut. (lit/mus)

 

 

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia