Rabu, 23 Aug 2017
radarbali
Investasi

Angka Kemiskinan Rendah, Bali Target Utama Penjualan LPG Non Subsidi

2016-10-30 12:00:00

Angka Kemiskinan Rendah, Bali Target Utama Penjualan LPG Non Subsidi

LPG NON SUBSIDI: Pertamina memperkenalkan produk LPG non subsidi yang siap dipasarkan ke seluruh Bali (Sentot Prayogi/Radar Bali)

RadarBali.com  – Angka kemiskinan yang rendah di Bali, yakni kurang dari lima persen dari sekitar 4 juta lebih penduduk Bali

membuat Pertamina menjadikan Bali sebagai salah satu target utama dari pemasaran produk LPG (baca: Elpiji, Red) non subsidi.

Salah satu produk yang kini tengah dikebut Pertamina untuk dipasarkan secara massif yakni elpiji Bright Gas 5,5 kilogram.

Sejak dipasarkan di Bali pada Juli silam, elpiji Bright Gas 5,5 kilogram di Bali menunjukkan grafik penjualan yang signifikan.

Untuk mengoptimalkan penjualan elpiji Bright Gas 5,5 kilogram, Pertamina pun menggandeng Pemprov Bali untuk mengontrol pemasaran gas elpiji yang dikemas dalam tabung gas nyentrik berwarna merah muda ini.

Salah satunya yakni mengimbau Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Bali tidak menggunakan elpiji bersubsidi, sebaliknya menggunakan produk gas elpiji non subsidi.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan para mitra, terutama Pemprov Bali yang telah memberi imbauan kepada para PNS untuk menggunakan

elpiji non subsidi ini,” terang Wakil Direktur PT Pertamina Ahmad Bambang, pada Bright Gas Celebration and Awarding Night di Denpasar, Jumat (28/10) malam lalu.

Saat ini, Bright Gas 5,5 kilogram sudah dipasarkan luas di Bali melalui 22 agen dan 46 SPBU yang tersebar di pulau Bali.

Selain itu, Bright Gas 5,5 kilogram juga tersedia di 316 outlet mitra, termasuk minimarket atau toko modern yang telah menjalin hubungan kemitraan dengan Pertamina.

Outlet pemasaran akan terus kami perluas hingga konsumen dan masyarakat makin mudah memperoleh Bright Gas,” timpal Ageng Giriyono, GM Pertamina MOR V Jatim-Balinusa. (yog/mus)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia