Rabu, 23 Aug 2017
radarbali
Niskala

Ini Makna Ritual Nyekar di Pinggir Pantai Kerobokan yang Perlu Anda Tahu…

2016-10-16 12:00:00

Ini Makna Ritual Nyekar di Pinggir Pantai Kerobokan yang Perlu Anda Tahu…

RITUAL NYEKAR: Warga Desa Pakraman Kerobokan, Kecamatan Sawan melakukan tradisi nyekar di pinggir pantai Kerobokan sejak Sabtu kemarin (Eka Prasetya/Radar Bali)

RadarBali.com -  Kelian Desa Pakraman Kerobokan, Wayan Suma Wijaya menjelaskan, nyekar merupakan rangkaian dari setahun putaran yadnya di Desa Pakraman Kerobokan.

Ritual ini juga identik dengan ngaturang pakelem. Uniknya ngaturang pakelem dilakukan pada saat das lemah ataungelemahang, yang secara perhitungan jatuh antara pukul 03.00 sampai pukul 05.00 dini hari.

Karena ritual puncak yakni ngaturang pakelem jatuh pada pukul 03.00 dini hari, maka warga pun dengan sabar menunggu puncak karyadengan cara mendirikan tenda di tepi pantai.

Biasanya dalam ritual puncak, akan dilakukan upacara nganyut sekar atau canang sari yang disertai dengan bebek dan ayam.

Tempat untuk menaruh sekar atau bunga, berupa kotak berukuran 1x1 meter yang dianyam dari pelapah pisang, dan dibuat sedimikian rupa sehingga berbentuk persegi.

Wadah itu diberi nama pedauPedau lantas digotong ke tepi laut dan dibawa ke tengah menggunakan perahu.

Upacara nyekar ini dipimpin oleh kelian desa pakraman yang melakukan proses nyekar. Sementara karya dipuput oleh jro mangku kahyangan tiga, didampingi jero mangku dadia dan para sutri.

“Nyekar itu rangakain dari satu tahun putaran yadnya di Desa Pakraman Kerobokan. Nyekar juga sebagai wujud syukur pelaksaan yadyakarena telah berhasil dilaksanakan selama setahun ini, s

ekaligus wujud permohonan maaf atas kekurangan atau hal-hal lain yang kurang berkenan dalam melaksanan yadnya selama setahun terakhir ini,” jelas Suma Wijaya. (eps/mus)

 

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia