Sabtu, 19 Aug 2017
radarbali
Pajak

Wajib Pajak Membeludak, DJP Bali Optimis Tebusan Rp 1 T Tercapai

2016-10-01 08:30:00

Wajib Pajak Membeludak, DJP Bali Optimis Tebusan Rp 1 T Tercapai

ANTRE: Wajib pajak lesehan di Kantor Pajak Denpasar Barat kemarin mengikuti program tax amnesty (Adrian Suwanto/Radar Bali)

RadarBali.com - Ratusan wajib pajak tampak silih berganti mendatangi Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Bali di hari terakhir kebijakan tax amnesty atau pengampunan pajak dengan tarif tebusan terendah, Jumat (30/9) kemarin.

Pantauan Jawa Pos Radar Bali, hingga pukul 17.30, Jumat (30/9) kemarin, ada sebanyak 7.889 Surat Pernyataan Harta (SPH) yang telah diterima DJP Bali dengan total harta yang diungkap mencapai Rp 29,045 triliun.

Kepala Seksi Kerjasama dan Hubungan Masyarakat Kanwil DJP Bali, Eliza Rahel saat ditemui di Kanwil DJP Bali, mengatakan, minat wajib pajak untuk mengikuti program tax amnesty mengalami peningkatan cukup signifikan di minggu-minggu ini.

Dan pada hari Jumat (30/9), merupakan puncak dari antusiasme wajib pajak atas program ini. “Sebab tanggal 30 September 2016 ini adalah hari terakhir tarif tebusan terendah,” jelasnya.

Jika pada Senin (26/9), total jumlah harta yang diungkap wajib pajak dalam tax amnesty mencapai Rp 12.494,49 miliar dengan total jumlah tebusan mencapai Rp 251,52 miliar.

Per Jumat (30/9) pukul 17.30, total harta yang diungkap wajib pajak dalam program tax amnesty mencapai Rp 29,045 triliun dengan total jumlah tebusan mencapai Rp 584,63 miliar.

“Untuk repatriasi mencapai Rp 220,57 miliar, deklarasi dalam negeri mencapai Rp 26,440 triliun, deklarasi luar negeri mencapai Rp 2,221 triliun. Sedangkan jumlah SPH yang telah disampaikan mencapai 7.889 SPH,” paparnya.

Melihat antusias wajib pajak yang luar biasa untuk mengikuti tax amnesty ini, menurutnya, Kanwil DJP Bali akan melayani wajib pajak hingga selesai atau sekitar pukul 24.00.

“Tentunya setiap Kanwil dan KPP (Kantor Pelayanan Pajak) di seluruh Indonesia telah menambah jumlah petugas untuk penerimaan SPH.

Karena hari ini bisa dikatakan paling ramai. Selain itu kami juga menyediakan tenaga konsultasi dan itu tidak dipungut biaya.

Jadi wajib pajak bisa menanyakan secara jelas, sebelum mereka menyampaikan SPH ataupun membayar uang tebusan,” katanya.

Lebih lanjut diungkapkannya, yang mengikuti tax amnesty pajak untuk periode pertama ini, masih didominasi wajib pajak orang pribadi.

Sementara itu, untuk UMKM belum terlalu terlihat karena tarifnya tidak berubah hingga Mater 2017 mendatang.

“Kami tidak bisa memprediksi berapa persen peningkatan yang terjadi di hari terakhir periode pertama ini. Karena sampai sekarang mungkin masih ada juga wajib pajak yang sedang menghitung,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Kepala Kanwil DJP Bali, Nader Sitorus. Menurutnya, wajib pajak yang mengikuti tax amnesty cukup membludak kemarin.

Meski demikian, dia mengatakan, Kanwil DJP Bali masih bisa melayani wajib pajak dengan baik dan nyaman.

“Saya berharap dengan antusias wajib pajak seperti ini, tebusan Rp 1 triliun dapat segera terealisasi,” pungkasnya. (ayu/mus)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia