Rabu, 23 Aug 2017
radarbali
Tenis

AMAZING! Kriket Bali Juara Umum PON Jabar

2016-09-28 07:00:00

AMAZING! Kriket Bali Juara Umum PON Jabar

KERAUHAN: Pelatih Kriket Bali Wayan Suwandi kerauhan saat anak asuhnya memastikan meraih emas dan jadi juara umum kriket PON Jabar (Alit Binawan/Radar Bali)

RadarBali.com - Suasana tegang di kubu tim kriket Bali berubah menjadi kegembiraan. Ini setelah tim kriket putra Bali mampu

menaklukkan perlawanan tuan rumah Jawa Barat pada final nomor twenty-twenty di Stadion Siliwangi, Bandung, kemarin (27/9).

Pertandingan baru memasuki over kedelapan, tetapi Bali sudah bisa keluar sebagai juara dengan keunggulan 178-89. Batsman atau pemukul di tim Jawa Barat sudah gagal semua.

Hasil ini membuat tim putra Bali mencatatkan sejarah dengan meraih dua medali emas pertama di PON. Di mana tahun ini cabor kriket kali pertama dipertandingkan secara resmi.

Itu artinya, Bali juga berhak merebut predikat sebagai juara umum dengan mengoleksi dua medali emas dan dua medali perak yang dipersembahkan oleh tim putri.

Manajer Tim Kriket Bali Made Erawan saat ditemui usai upacara penghormatan pemenang (UPP) kemarin mengatakan, dirinya sangat bangga dengan hasil yang didapat saat ini.

Apalagi, timnya juga bisa memenuhi target dua medali emas. “Target sudah terpenuhi. Dengan persiapan yang minim. Yang membuat kami unggul adalah mental yang lebih siap,” jelas Erawan.

Dia juga mengatakan jika dua kali bertemu dengan Jawa Barat di final baik di nomor super eight dan twenty-twenty memang sudah bisa diprediksi sebelumnya.

“Kami sudah persiapkan mental anak-anak dengan matang dan kami sudah prediksi jika Jawa Barat yang akan melawan kami di final,” tuturnya.

Sementara itu, Kapten Tim Kriket Putra Bali Gamantika mengatakan ini adalah pencapaian luar biasa bagi dirinya dan juga rekan-rekan di tim kriket Bali.

”Luar biasa. Ini kekuatan tim yang sangat solid. Kami setiap hari berlatih bersama-sama dan apa yang kami harapkan bisa terwujud. Dua emas dan ini sejarah. Ne be, ye (Ini hasilnya!, Red),” jelasnya sumringah.

Berkaca pada pra-PON lalu di mana Bali hanya mampu meraih satu emas dan satu perak, dirinya mengatakan jika selama delapan bulan terakhir, tim kriket putra Bali terus berbenah untuk menjadi lebih baik lagi.

Gamantika juga mengatakan jika harus bisa berpikir bagaimana untuk mengalahkan kembali Jawa Barat di final.

“Kuncinya kemenangan tadi (kemarin, Red) adalah kami menang toss dan itu bagus untuk kami. Saya memilih bating duluan. Ini keunggulan untuk kami dan memang strategi dari kami,” tuturnya.

Hasil ini juga membuat dirinya mencetak sejarah tersendiri karena berhasil membukukan 102 poin di laga final. “Ini sejarah tersendiri bagi saya dan poin ini adalah yang terbesar selama PON,” ungkapnya.

Seluruh anggota tim kriket PON Bali tidak bisa menahan kegembiraan bisa meraih medali emas untuk kedua kalinya di PON XIX/2016.

Tak terkecuali bagi pelatih I Wayan Suwandi. “Saya tidak bisa berkata apa-apa lagi. Tim kriket putra jeg mantep sajan (mantap sekali, Red),” terangnya.

Bahkan, dirinya sempat kerauhan usai Bali memenangkan pertandingan. Usut punya usut, dirinya mengakui jika memang ada yang ngiring dalam tubuhnya.

“Saya nggak bisa bilang apa. Memang ada yang ngiring (mengikuti, Red). Memang tedun (turun, Red) yang ngiring saya,” jelasnya.

Dirinya mengakui jika hal ini sudah terjadi sejak beberapa tahun lalu saat dirinya mengalami sakit. “Saya sempat sakit-sakitan dan ini yang menjaga saya,” jelasnya.

Bahkan, dirinya mengaku jika memiliki firasat bahwa Bali bisa meraih dua medali emas. “Ini unsur niskala. Saya selalu berdoa

kriket Bali agar selalu dilindungi. Saya sudah punya firasat dan mereka bisa bermain dengan tenang,” tuturnya. (lit/han)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia