Rabu, 23 Aug 2017
radarbali
Investasi

Ekonomi Melambat, Penyaluran Kredit BPR Naik Tipis

2016-09-27 19:00:00

Ekonomi Melambat, Penyaluran Kredit BPR Naik Tipis

KUATKAN BPR : Sosialisasi Ketentuan Penilaian Kemampuan dan Kepatutan serta Workshop Peningkatan Manajemen Risiko bagi BPR se-Bali di Sanur Paradise kemarin (26/9) (Adrian Suwanto/Radar Bali)

RadarBali.com - Hingga saat ini pelemahan ekonomi global masih membayangi capaian kinerja BPR di Bali, khususnya pada penyaluran kredit.

Pada 31 Juli lalu penyaluran kredit BPR di Bali tercatat hanya Rp 8,63 triliun, meningkat 11,07 persen dibandingkan posisi yang sama 2015 (Rp 7,77 triliun).

Kenaikan itu mengalami perlambatan, dibandingkan tren pertumbuhan di tahun-tahun sebelumnya, yang rata-rata mengalami peningkatan di atas 20 persen (yoy).

Ketua Perbarindo (Perhimpunan BPR Indonesia) Bali, I Ketut Wiratjana, mengatakan, melambatnya pertumbuhan penyaluran kredit BPR di Bali disebabkan para pengusaha yang masih ragu-ragu mengambil kredit.

“Karena saat ini kondisi ekonomi global yang memang masih melambat,” katanya kemarin (26/9) saat ditemui disela-sela kegiatan

Sosialisasi Ketentuan Penilaian Kemampuan dan Kepatutan serta Workshop Peningkatan Manajemen Risiko bagi BPR se-Provinsi Bali.

Di acara yang digelar Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara di Sanur Paradise itu, Wiratjana menuturkan,

pelemahan ekonomi global juga berdampak pada rasio Non Performing Loan (NPL) BPR yang mengalami peningkatan.

Meski saat ini masih di bawah batas maksimal NPL yang ditetapkan OJK yang besarannya lima persen. “Ini karena pengusaha-pengusaha juga mengalami perlambatan di usahanya.

Sehingga mengalami kesulitan untuk melakukan pembayaran kembali. Saat ini rata-rata NPL BPR di Bali masih sekitar empat persen,” terangnya.

Kondisi tersebut diakuinya membuat jajaran direksi BPR mulai keluar menemui debitur yang mengalami masalah dalam melakukan pembayaran angsuran pinjaman.

“Selain itu, untuk menekan NPL, BPR juga telah melakukan upaya restrukturisasi kredit. Awalnya jangka waktu kreditnya 3 tahun,

kini bisa sampai lima, bahkan 10 tahun. Tapi jika cara ini tidak berhasil, terpaksa kami melakukan lelang,” bebernya.

Sesuai data OJK, pencapaian kinerja 138 BPR di Bali pada 31 Juli lalu mengalami peningkatan, dibandingkan posisi yang sama 2015 lalu.

Seperti aset BPR di Bali yang menembus Rp 12,21 triliun, meningkat 18,78 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp 10,28 triliun.

Sedangkan penghimpunan dana pihak ketiga sebesar Rp 7,76 triliun, meningkat 23,66 persen dari tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 6,27 triliun. (ayu/mus)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia