Sabtu, 19 Aug 2017
radarbali
Makro

Woow…Dana Tax Amnesty WP Denpasar Tembus Rp 12 Triliun

2016-09-27 10:30:00

Woow…Dana Tax Amnesty WP Denpasar Tembus Rp 12 Triliun

Memasuki injury time, peserta tax amnesty membeludak (dok jawapos.com)

RadarBali.com  – Melesatnya jumlah harta wajib pajak (WP) yang diikutsertakan dalam program tax amnesty tak hanya di tingkat nasional.

Untuk wilayah Bali program pengampunan pajak ini kini telah mendapat respons WP. Karena hingga saat ini dana tax amnesty di Bali sudah menembus angka Rp 12 triliun.

Kepala Kanwil DJP Bali, Nader Sitorus saat ditemui di ruangannya mengungkapkan, secara total sudah ada Rp 12.494,49 miliar yang diikutsertakan dalam tax amnesty.

Rinciannya deklarasi dalam negeri sebesar Rp 10.965,51 miliar, sedangkan Rp 1.472,51 miliar merupakan harta yang di deklarasi di luar negeri. Kemudian untuk harta repatriasi sebanyak Rp 56,48 miliar.

“Saat ini sudah ada sebanyak 2.792 wajib pajak (WP) yang mengikuti tax amnesty, dengan total tebusan yang dibayarkan mencapai Rp 251,52 miliar,” katanya.

Dia menjelaskan, berdasarkan wawancara yang dilakukannya terhadap WP yang melakukan deklarasi luar negeri, memang tidak ada hal-hal menyulitkan saat mereka membawa hartanya ke Indonesia.

Lantaran harta mereka yang tersimpan di luar negeri berupa properti seperti apartemen dan rumah. Selain itu ada pula deposito yang masih berjalan prosesnya.

“Masyarakat Bali yang mendeklarasikan hartanya di luar negeri di dominasi pengusaha. Kalau jenis hartanya itu berupa properti, seperti apartemen dan rumah,” sambungnya.

Disinggung mengenai asal WP yang banyak mengikuti tax amnesty, Nader Sitorus menyatakan, dominan mereka berasal dari Denpasar, disusul Badung, Gianyar, dan Tabanan.

“Yang kaya-kaya di Bali itu ternyata banyak tinggal di Denpasar,” bebernya. Meski respons WP mulai menggeliat untuk mengikuti program pengampunan pajak ini,

Nader mengingatkan, program tax amnesty dengan tarif tebusan terendah yakni dua persen akan berakhir 30 September nanti.

Untuk itu, bagi WP yang ingin menikmati program tax amnesty dengan tarif tebusan terendah, diharapkan untuk segera mendaftar.

“Jangan tunggu saat-saat terakhir. Karena bisa saja terjadi tumpukan. Sebab untuk pendaftaran tax amnesty, satu orang minimal membutuhkan

waktu sekitar 40 menit. Dan jika terjadi penumpukan pendaftaran, bisa saja sistemnya error,” terangnya.

Sementara itu, Pemimpin Bisnis Banking BNI Kantor Wilayah Denpasar, Pardi saat ditemui terpisah mengatakan, 

sejak dimulainya program pengampunan pajak, keikutsertaan masyarakat pada program tersebut terbilang cukup baik. Hal itu terlihat pada September sebagai bulan terakhir periode pertama untuk tarif  tebusan terendah.

Untuk di BNI, uang tebusan yang masuk hingga September atau harta yang telah dideklarasikan mencapai Rp 48,28 miliar.

“Sejak dimulai pada Juli 2016 lalu, BNI telah mencatat 1.076 deklarasi, dengan tebusan senilai Rp 48,28 miliar,” katanya.

Sedangkan untuk tax amnesty dari dana repatriasi luar negeri, sampai saat ini masih belum ada mendaftar ke BNI Kanwil Denpasar.

Mereka yang memiliki dana di luar negeri, dia yakini karena masih menunggu dan melihat untuk sementara waktu ini.

“Tapi kami optimis ke depan akan makin banyak deklarasi maupun repatriasi. Kami sudah menyiapkan ruangan khusus untuk mereka yang

ingin tahu atau ingin ikut program tax amnesty. Selain itu kami juga tetap gencar melakukan sosialisasi,” pungkasnya. (ayu/mus)

 

 

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia