Sabtu, 19 Aug 2017
radarbali
Makro

Astungkara...Perekonomian Bali Triwulan II Tumbuh 6,53 Persen

2016-09-22 20:00:00

Astungkara...Perekonomian Bali Triwulan II Tumbuh 6,53 Persen

SUNSET: Wisatawan asing menikmati sunset Pantai Kuta. Membeludaknya kunjungan wisatawan memicu tumbuhnya perekonomian Bali di triwulan II 2016 (Adrian Suwanto/Radar Bali)

RadarBali.com - Pertumbuhan perekonomian Provinsi Bali pada Triwulan II 2016 tercatat mengalami peningkatan pertumbuhan sebesar 6,53 persen (yoy) dengan output riil mencapai Rp 33,9 triliun.

Pasalnya capaian tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan triwulan sebelumnya yang sebesar 6,05 persen (yoy).

“Adapun peningkatan di Triwulan II 2016 ini terjadi karena didorong peningkatan dari sisi permintaan dan penawaran,” ujar Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia

Provinsi Bali, Causa Iman Karana saat ditemui disela-sela acara Diseminasi Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Provinsi Bali Periode Agustus 2016, di Sheraton Bali, Rabu (21/9).

Dari sisi permintaan, menurutnya, peningkatan pertumbuhan perekonomian Provinsi Bali di Triwulan II 2016 tersebut didorong oleh peningkatan

kinerja konsumsi rumah tangga, konsumsi LNPRT (lembaga non profit yang melayani rumah tangga), dan konsumsi pemerintah.

“Adapun konsumsi rumah tangga masih menjadi komponen terbesar sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi Bali dengan kontribusi sebesar 48,98 persen,” katanya.

Sementara dari sisi penawaran, peningkatan tersebut didorong oleh peningkatan kinerja beberapa lapangan usaha yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian Bali.

Seperti penyediaan akomodasi makan dan minum, transportasi dan pergudangan, konstruksi, informasi dan komunikasi,

serta lapangan usaha lain, yaitu pertambangan dan penggalian administrasi pemerintah, jasa pendidikan, dan jasa lainnya.

“Untuk perkembangan lapangan usaha penyedia akomodasi makan dan minum mengalami peningkatan kinerja pada triwulan II 2016 sebesar 7,24 persen (yoy).

Capaian tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan Triwulan I 2016 yang sebesar 6,61 persen (yoy),” terangnya.

Adapun untuk Triwulan III 2016, Causa optimis pertumbuhan ekonomi Provinsi Bali akan jauh lebih baik dibandingkan Triwulan II 2016, yaitu kisaran 6,42 persen – 6,82 persen (yoy).

Optimisme capaian tersebut menurutnya karena adanya dorongan dari beberapa faktor, seperti saat ini Bali mulai masuk dalam periode peak season pariwisata karena liburan musim panas Australia dan Eropa.

Kemudian karena adanya ekspektasi pelaku usaha ke depan seiring dengan rencana relaksasi LTV (KPR), pemberlakuan tax amnesty, dan tendensi penurunan suku bunga perbankan.

“Jadi beberapa hal itu yang membuat kami yakin di Triwulan III bahkan di satu tahun ini perekonomian Bali masih tetap di atas 6,15 persen – 6,55 persen,” katanya.

Meski optimis, menurutnya ada beberapa hal yang akan menghambat dan menjadi tantangan di Triwulan III 2016 ini.

Seperti penundaan realisasi anggaran Dana Alokasi Umum dari Pemerintah Pusat kepada daerah. Kemudian adanya potensi La Nina dengan gelombang tinggi, isu keamanan dan terorisme.

“Serta isu penyebaran virus Zika yang berpotensi menahan laju perkembangan industri pariwisata Bali,” pungkasnya. (ayu/mus)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia