Rabu, 23 Aug 2017
radarbali
Investasi

Integrasi Perbesar Bisnis Sun Life di Indonesia

2016-09-16 18:30:00

Integrasi Perbesar Bisnis Sun Life di Indonesia

BERSATU : Presiden Sun Life Financial Asia, Kevin Strain (tengah), bersama Presdir Sun Life Financial Indonesia, Elin Waty (kiri), dan Presdir CIMB Sun Life, Vivien Kusumowardhani, sebelum konferensi pers, tentang pengalihan portofolio pertanggungan dan ka (Istimewa)

RadarBali.com - Perusahaan asuransi jiwa PT Sun Life Financial Indonesia (Sun Life) mengumumkan langkah strategis terbarunya lewat kampanye “Brighter As One” di Jakarta kemarin (15/9).

Kampanye tersebut berupa integrasi PT CIMB Sun Life (CSL) ke Sun Life. Sun Life secara resmi mengakuisisi 51 persen saham CSL dari mitra jangka panjang perusahaan, CIMB Group.

“Hasil dari integrasi yang merupakan upaya mendukung kebijakan single presence di industri asuransi nasional ini, dipastikan akan memperbesar bisnis Group Sun Life Financial Inc di Indonesia.

Integrasi ini merupakan langkah tepat untuk memperkuat posisi Sun Life di industri asuransi di Indonesia,” ujar Presiden Sun Life Financial Asia, Kevin D Strain dalam siaran persnya.

Kevin menjelaskan, Sun Life memfokuskan pertumbuhan di Indonesia, karena populasinya besar, mencapai lebih dari 250 juta orang, kelas menengah yang tumbuh pesat, dan penetrasi asuransi yang masih rendah di pasar. 

“Indonesia pasar penting bagi kami. Ini peluang besar. Ada satu kebutuhan akan produk-produk asuransi dan solusi keuangan, yang membantu kelas menengah mempersiapkan masa depan,” terangnya.

Sementara Presdir Sun Life Financial Indonesia, Elin Waty menambahkan, berdasarkan data rilis Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) di kuartal pertama 2016, posisi Sun Life di pasar Asuransi Jiwa Indonesia berada di posisi 25.

AAJI sendiri terdiri dari 50 perusahaan lokal dan patungan. Setelah integrasi Sun Life tersebut dilakukan, posisinya naik menjadi 17.

“Jika dilihat dari pasar perusahaan patungan saja, posisi Sun Life naik dari peringkat 16 menjadi 12. Integrasi juga akan meningkatkan pangsa pasar Sun Life di tanah air. 

“Pangsa pasar kami naik dari sebelumnya 0,8 persen, menjadi 1,5 persen,” paparnya. Menurutnya, dengan integrasi tersebut perusahaan dipastikan akan terus tumbuh.

Hingga kuartal pertama 2016, total pendapatan premi setelah integrasi menjadi Rp 1,04 triliun, dan aset perusahaan juga bertambah besar menjadi Rp 9,14 triliun. 

“Integrasi ini tentu akan memperkuat layanan kami ke nasabah. Jumlah sales force kami pun menjadi semakin banyak. Kini kami didukung lebih dari 10.200 tenaga pemasaran,” pungkasnya. (ayu/wid)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia