Sabtu, 19 Aug 2017
radarbali
Bali Utama

Dewa Syaraf Dilimpahkan, Kasus Pembunuhan Pentolan Ormas Segera Sidang

2016-09-15 17:00:00

Dewa Syaraf Dilimpahkan, Kasus Pembunuhan Pentolan Ormas Segera Sidang

Rekonstruksi penebasan Dewa Artawan beberapa waktu lalu (Dok Radar Bali)

RadarBali.com - Kasus pembunuhan Dewa Gede Artawan, di Banjar Den Tiyis, Desa Batuan, Kecamatan Sukawati, Gianyar, memasuki babak baru.

Khususnya terhadap tersangka I Dewa Putu Ngurah alias Dewa Saraf. Ini setelah  Kejari Gianyar melimpahkan berkas kasus tersebut ke Pengadilan Negeri (PN) Gianyar, Rabu (14/9) kemarin.

Saat ini, Dewa Saraf yang merupakan satu dari tujuh tersangka yang sudah ditahan, tinggal menunggu jadwal sidang di PN Gianyar.

“Karena sudah resmi berkasnya diserahkan ke PN Gianyar, sekarang tinggal menunggu jadwal sidang saja,” tegas Kasiintel Kejari Gianyar, Ketut Sudiarta kepada Jawa Pos Radar Bali, kemarin.

Bagaimana dengan enam orang tersangka? Sudiarta yang juga salah satu Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam kasus ini, menerangkan bahwa sesuai rencana, berkas enam tersangka lainnya,

masing-masing yakni I Wayan Buda Artama alias Buda, I Gede Nyoman Suka Artayasa alias Mang Radit, I Nyoman Sudiasa alias Samson,

I Made Putra Mardana alias Putra, I Wayan Agus Jepin alias Agus, dan I Made Edi Ariyanta alias Edi, akan dilimpahkan Kamis hari ini.

Pihaknya sengaja melimpahkan berkas itu bertahap karena pertimbangan teknis di PN Gianyar. “Kantor PN Gianyar masih dibongkar, jadinya ruang sidang sementara termasuk sempit.

Kalau dilimpahkan barengan, nanti jadwalnya sidangnya barengan, susah juga. Belum lagi perkara lain,” terang dia, seraya menyatakan bahwa sebenarnya berkas keenam tersangka sudah siap dilimpahkan kemarin.

Pertimbangan lain, juga lantaran JPU yang mengawal kasus itu sama, yakni sebanyak enam orang untuk ketujuh tersangka yang dijadikan tiga berkas.

“Supaya sidangnya tidak barengan, karena  enam JPU mengawal tersangka lainnya di kasus itu,” imbuh  pria asli Gianyar ini.

Jika ketujuh tersangka sudah siap-siap masuk ke meja hijau, tiga tersangka yang masih buron belum ada kabar penangkapan dari Polres Gianyar.

Korps baju cokelat pimpinan AKBP Waluya ini gagal mengintip keberadaan tersangka saat hari raya Galungan. Hal itu diakui AKBP Waluya yang dihubungi belum lama ini.

Kapolres AKBP Waluya sendiri memberikan reward (penghargaan) kepada tim yang terlibat pengungkapan kasus Dentiyis. Ada sebanyak 60 orang masuk di tim itu.

Tim yang dipimpin Kasatreskrim Polres Gianyar AKP Marzsel Doni ini terdiri anggota kepolisian dari Polsek Sukawati, Polsek Ubud, serta Satreskrim Polres Gianyar.

“Kami memberikan penghargaan karena tim ini bekerja profesional. Hingga dilimpahkan ke Kejari Gianyar tidak ada persoalan,” ujarnya. (wan/mus)           

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia