Sabtu, 19 Aug 2017
radarbali
Makro

Ekspor Bali Turun 10,1 Persen, Impor 33, 81 Persen

2016-06-20 15:30:00

Ekspor Bali Turun 10,1 Persen, Impor 33, 81 Persen

BONGKAR MUAT: Pekerja alat berat melakukan aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Benoa beberapa waktu lalu (Miftahuddin Halim/Radar Bali)

RadarBali.com - Badan Pusat Statistik (BPS) Bali melansir nilai ekspor barang asal Provinsi Bali yang dikirim lewat beberapa pelabuhan

di Indonesia pada bulan April 2016 mengalami penurunan sebesar 10,10 persen dibandingkan nilai ekspor bulan Maret 2016.

Pada April, nilai ekspor barang asal Provinsi Bali tercatat mencapai USD 42.654.421, sedangkan pada bulan Maret nilai ekspor barang asal Provinsi Bali tercatat mencapai USD  47.447.483.

“Capaian April 2016 juga tercatat mengalami penurunan sebesar 11,91 persen jika dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya, yang nilai ekspornya mencapai USD 48.421.540.

Begitu juga untuk kumulatif ekspor periode Januari – April 2016 yang mencapai USD 166.624.694 atau mengalami penurunan 6,45 persen

dibandingkan dengan keadaan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai USD 178.105.725,” ungkap Kepala BPS Provinsi Bali, Adi Nugroho.

Adi menjelaskan, sebagian besar ekspor pada bulan April 2016 ditujukan ke Amerika Serikat, Jepang, Singapura, Australia,

dan Tiongkok dengan proporsi masing-masing sebesar 25,74 persen, 8,38 persen, 7,65 persen, 5,54 persen, dan 4,83 persen.

Penurunan nilai ekspor dari bulan sebelumnya dominan dipengaruhi oleh turunnya nilai ekspor tujuan Australia yang mencapai USD 1.637.168 atau turun sekitar 40,93 persen.

“Selain Australia, negara lain yang menunjukkan penurunan relatif tinggi adalah Spanyol, Tiongkok, Jepang, dan Prancis, masing-masing sebesar USD 893.095, USD 744.292, USD 687.182 dan USD 637.565,” paparnya.

Menurutnya, lima komoditas utama yang diekspor pada bulan April 2016 adalah produk ikan dan udang, produk perhiasan atau permata, produk pakaian jadi bukan rajutan, produk kayu, barang dan kayu, serta produk perabotan, dan penerangan rumah.

Distribusi masing-masing produk tersebut, yaitu 21,21 persen, 11,67 persen, 11,50 persen, 10,08 persen, dan 8,22 persen.

“Jika dilihat dari jenis komoditas penurunan secara month to month, dominan dipengaruhi oleh turunnya nilai ekspor pada ikan dan udang sebesar USD 2.989.265,

pakaian jadi bukan rajutan sebesar USD 1.251.612, perhiasan atau permata sebesar USD 1.139.496, barang-barang rajutan USD 421.041 dan benda-benda dari besi dan baja sebesar USD 303.057,” terangnya.

Penurunan juga terjadi pada nilai impor Provinsi pada bulan April 2016. Pada April 2016 nilai impor Provinsi Bali mencapai USD 9.044.816

atau mengalami penurunan sebesar 33,81 persen dibandingkan dengan keadaan bulan yang sama tahun sebelumnya yang mencapai USD 28.498.627.

Apabila dibandingkan dengan keadaan bulan sebelumnya yang mencapai USD 28.498.627, capaian bulan ini tercatat mengalami penurunan sebesar 68,26 persen.

Menurut negara, sebagian besar impor berasal dari Tiongkok, Swiss, Amerika Serikat, Australia, dan Singapura dengan

persentase masing-masing sebesar 28,17 persen, 25,98 persen, 10,01 persen, 9,71 persen, dan 5,48 persen.

“Jika dilihat dari lima negara utama asal impor, tercatat dua negara mengalami penurunan impor dibandingkan bulan sebelumnya, yaitu Amerika Serikat dan Singapura,” pungkasnya. (ayu/mus)

 

 

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia