[ Kamis, 02 September 2010 ]
Kaliwungu Siap Jadi Lokasi Bandara
SEMARANG-Kendal siap menjadi lokasi bandara jika wacana pemindahan Bandara Ahmad Yani Semarang direalisasikan.
Bupati Kendal Widya Kandi Susanti menegaskan, Kendal--tepatnya di Kecamatan Kaliwungu--merupakan lokasi paling pas untuk menjadi lokasi bandara berkelas internasional sekalipun.
"Kaliwungu, di perbatasan dengan Kota Semarang, menurut saya sangat pas untuk dibangun bandara. Lokasinya tidak jauh dari bandara lama dan pusat Kota Semarang, wilayahnya juga cukup luas untuk dibangun sebuah bandara berkelas internasional," ujar Widya saat mengunjungi kantor redaksi Radar Semarang dan Meteor (Jawa Pos Group), Rabu (1/9) kemarin, di Gedung Graha Pena Semarang.
Untuk mewujudkan harapan tersebut, Bupati Kendal yang baru dilantik dua pekan lalu ini, sudah menyiapkan langkah-langkah.
Antara lain, membuat proposal dan kajian-kajian, serta melakukan pendekatan ke Pemprov Jateng. "Ini semua kita lakukan, untuk kemajuan Jawa Tengah secara keseluruhan, termasuk Kota Semarang agar lebih berkembang setelah bandara dipindah ke Kaliwungu Kendal," jelasnya.
Dalam kunjungan tersebut, Widya yang didampingi para asisten sekda, kepala dinas, kepala kantor, dan kepala bagian.
Bupati Widya juga memaparkan beberapa program yang sudah dirancangnya untuk lima tahun ke depan. Mulai pembangunan ekonomi makro maupun mikro, wisata, penataan perkotaan, pertanian, hingga rencana membangkitkan batik Kendal.
"Batik Kendal sangat bagus, bercorak pesisiran dengan warna sogan, sangat khas. Batik itu ditemukan tahun 1924 dan punah 1964 setelah ahli warisnya Pak Sardini dari Kaliwungu meninggal. Saya sudah menemukan arsipnya tahun 2004 dan saya simpan. Batik ini saya beri nama Batik Kaliwungunan dan siap dikembangkan dan menjadi salah satu ciri khas Kendal," kata Widya.
Widya juga siap mengembangkan tanaman-tanaman khas Kendal seperti anggrek alam asli Gunung Perahu Sukorejo maupun mangga arum manis. Dia akan mencanangkan, tiap rumah di Kendal, wajib menanam satu mangga arum manis.
"Untuk penataan kota, saya akan tata Alun-Alun Kendal menjadi pusat kegiatan masyarakat, ekonomi, dan sosialisasi. GOR Bahurekso akan kita pindah dekat stadion Kendal, dan bekas GOR akan kita jadikan pujasera yang menjadi wisata kuliner Kendal dan sentra penjualan kerajinan khas Kendal," tandas Widya yang kemarin diterima GM Radar Semarang Agung Pamudjo, Pimred Radar Semarang Iskandar, Pimred Meteor Bejan Syahidan, koordinator liputan Arif Riyanto, dan wartawan Radar Semarang wilayah Kendal, Ismu Puruhito. (smu/isk)