[ Sabtu, 21 Februari 2009 ]
Kapolda Siap Proaktif Berantas Rokok Ilegal
KUDUS - Kapolda Jateng Irjen Pol Alex Bambang Riatmodjo menegaskan, jajarannya siap proaktif membantu pemberantasan rokok ilegal di Jawa Tengah. Hal itu ditegaskannya kepada wartawan saat berkunjung ke pabrik rokok terbesar di Kudus, PT Djarum, kemarin.
Menurut Alex, keseriusan jajarannya memberantas rokok ilegal, telah ditunjukkan dan dibuktikan. Beberapa kali, katanya, jajaran Polda Jateng berhasil membongkar jaringan peredaran rokok ilegal.
"Rokok ilegal, bagaimanapun juga merupakan sebuah tindakan melawan hukum. "Dan kami akan terus menindak segala hal yang memang menyalahi hukum. Itu sudah tugas kami," tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Alex mengimbau kepada siapapun yang mengetahui keberadaan rokok ilegal, agar langsung melapor ke aparat yang berwajib, baik itu aparat kepolisian atau aparat yang terkait lainnya.
Alex kemarin berada di Djarum untuk mengecek keamanan pabrik rokok tersebut. Bersama jajaran Polres Kudus dan Polwil Pati, rombongan tiba di kantor pusat PT Djarum, Jalan Ahmad Yani, sekitar pukul 08.00. "Kami hanya meninjau pengamanan pabrik. Itu saja," ujarnya singkat.
Kedatangan orang nomor satu di jajaran Polda Jateng itu langsung disambut Bos PT Djarum Budi Hartono dan Chief Operating Officer (COO) PT Djarum Victor Hartono. Mereka, bersama beberapa petinggi Djarum dan petinggi Polda Jateng, lantas menuju ke private room.
Pertemuan terbatas itu berjalan sekitar setengah jam. Kemudian, rombongan bergerak meninjau salah satu brak di Desa Megawon, Kecamatan Jati.
Dalam kunjungannya tersebut Kapolda melihat proses pembuatan sigaret kretek tangan (SKT). Mulai dari proses bathil, giling, sampai pengepakan ditinjau satu per satu.
Alex menyempatkan diri berdialog dengan para pekerja tentang upah yang didapat. Mengenai kunjungannya itu, Alex menyatakan bahwa pihaknya ingin meninjau sistem pengamanan pabrik.
Ini terkait dengan sistem pengamanan pabrik yang harus dipersiapkan maksimal. Apalagi pabrik setaraf PT Djarum yang memiliki banyak tenaga kerja, pengamanan haruslah sesuai standar keselamatan.
Maka, pada kunjungannya itu pihaknya juga ingin melihat kerja sama pengamanan dengan Polres setempat. "Peninjauan ini salah satunya berkaitan dengan keselamatan kerja," tambahnya. (hil)