Kamis, 02 September 2010
 
   Radar Jember
[ Jum'at, 02 Januari 2009 ]
Ribuan Orang Serbu Alun-alun
JEMBER - Pergantian Tahun Baru kemarin disambut meriah oleh masyarakat. Ribuan orang tumpah ruah di Alun-alun Jember untuk melihat pesta kembang api. Hal serupa juga terjadi di Alun-alun Bondowoso dan Lumajang. Meski sempat diguyur hujan beberapa jam sebelumnya, namun tak mengurangi antusias masyarakat untuk menikmati momen pergantian tahun.

Pantauan Erje di lapangan, kepadatan arus lalu lintas menuju pusat kota mulai terasa sejak pukul 21.00. Kendaraan yang melewati Jalan Sultan Agung terpaksa berjalan perlahan. Itu disebabkan di sekitar alun-alun banyak warga yang bersiap-siap menunggu datangnya Tahun Baru.

Pemkab Jember menyiapkan serangkaian acara untuk menyambut Tahun Baru tersebut. Di antaranya adalah pementasan musik dan pertunjukan kembang api.

Ribuan warga yang tumpah ruah tersebut tidak hanya didominasi anak muda namun juga orang tua yang membawa serta keluarganya. Edy, 45, warga Condro Kaliwates yang malam itu membawa seluruh keluarganya mengaku, untuk acara Tahun Baru kali ini terbilang sangat meriah. "Ramai sekali, tidak seperti tahun lalu," katanya. Dia mengaku tahun 2007 sempat datang ke alun-alun untuk mengikuti acara serupa, namun karena hujan yang begitu deras akhirnya diurungkan.

Untuk sampai di alun-alun, menurut dia, membutuhkan perjuangan tersendiri. "Dari rumah pukul 21.00, baru masuk alun-alun pukul 23.00," katanya. Meskipun begitu dia mengaku senang karena dapat berkumpul bersama keluarga untuk menikmati pergantian tahun.

Selain para pengunjung yang merasa senang, para pedagang yang datang pun ikut kebanjiran rezeki. Seperti yang diungkapkan Nur Rohman, pedagang terompet yang menjajakan dagangannya di salah satu sudut alun-alun. "Alhamdulillah penghasilan malam ini (kemarin) sampai Rp 600 ribu," ujar pria yang tinggal di Jalan Mawar tersebut.

Hal tersebut berbeda dengan apa yang terjadi tahun lalu, di mana hujan yang mengguyur membuat beberapa pedagang seperti dirinya harus mengemas dagangannya sejak awal.

"Saya sampai pasang tenda agar terompet saya tidak rusak karena hujan," ujarnya. Akibatnya malam itu dia harus membawa pulang sebagian besar dagangannya itu pulang. "Saya bawa pulang dengan dua becak karena tidak laku," katanya.

Beberapa menit jelang tengah malam, Asisten I Hasi Madani yang mewakili Bupati Jember M.Z.A. Djalal memberikan komando kepada pengunjung untuk menghitung bersama-sama detik-detik pergantian tahun itu.

Usai menghitung bersama, pertunjukan kembang api langsung dimulai. Lebih dari satu menit kembang api dari berbagai sudut alun-alun dilepas oleh panitia. Warga yang sejak tadi menunggu langsung menikmati cahaya-cahaya berkilauan dengan berbagai rupa yang ada di langit Jember malam itu.

Dalam pidato singkatnya, Hasi mengatakan bahwa dengan datangnya Tahun Baru 2009 diharapkan kota Jember menjadi lebih baik dari sebelumnya.Usai menyaksikan pertunjukan kembang api, warga mulai meninggalkan alun-alun. Saking padatnya jumlah pengunjung, terjadi kemacetan panjang hingga dua jam. Berdasar pantauan, kemacetan yang paling parah terjadi dari Jalan Sultan Agung (depan Mall Hardys) hingga alun-alun.

"Mulai padat sejak pukul 23.30, dan semakin macet setelah kembang api selesai," ujar Heru, salah satu petugas yang menjaga gedung Wahya Wibawa Graha.

Sementara itu, hujan gerimis menjelang tahun baru kemarin semakin meriah dengan penampilan grup band lokal Jember Seven Dream. Mengusung tema cinta, gebrakan musik yang dimotori arek-arek Jember ini semakin memanaskan suasana pergantian tahun.

Ribuan massa yang meluber tidak terhalang untuk menyaksikan aksi para musisi yang sedang mempersembahkan kado istimewa untuk 2009. Sebab, giant screen selebar 12 x 6 meter cukup meyakinkan ribuan massa untuk memelototi aksi "Cah Jember" itu. Apalagi, didukung kekuatan sound system 100 ribu watt dan lighting 100 ribu watt, aksi Seven Dream semakin apik. Sepuluh lagu, di antaranya Yakinkan Aku, Mati Rasa, dan Hentikan Aku, yang sudah dikemas dalam album Seven Dream dinyanyikan sebagai pendobrak acara sebelum pesta kembang api kemarin malam.

Lengkap lima personel, di antaranya Yudho (vokal), Vega (keyboard), Amel dan Endek (guitar), dan Arun (drumband), lagu-lagu beraliran Pop British ini cukup mengentak publik Jember. Mengusung tema cinta, suasana kemarin malam terasa pas dengan HUT Jember dan pergantian tahun yang mengusung tema I Love Jember. Boleh dibilang, sebagai grup baru baru yang sedang merintis sukses di Jakarta, Seven Dream terlihat tampil all out. "Ini yang bisa kami berikan kepada Jember untuk sekarang. Ya, masih harus berlatih keras untuk menciptakan yang terbaik," ujar Yudho, sang vokalis. (mg-1/kun)