Kamis, 02 September 2010
 
   Radar Jember
[ Kamis, 01 Januari 2009 ]
Happy Birthday dan I Love Jember
JEMBER - Parade drum band dan fashion mengawali perayaan HUT Jember ke-80 berlangsung semarak, kemarin. Ribuan warga turun ke jalan dan memadati sepanjang rute GOR Kaliwates hingga Alun-Alun Jember. Tak pelak, nuansa ulang tahun Jember begitu terasa. Sebab perhelatan ini serempak berbarengan dengan peringatan pergantian tahun baru 1 Januari hari ini.

Sekitar 40 grup drum band dari SD, SMP, dan SMU di Jember turun memeriahkan acara yang dikemas dengan tema I Love Jember itu. Masing-masing grup drum band menampilkan kostum beragam dengan aksesori menarik. Ada yang mengolaborasi rumbai-rumbai ala kostum Jember Fashion Carnaval (JFC).

Di samping itu, selain lagu-lagu perjuangan, sederet lagu cinta juga dilantunkan oleh grup drum band tersebut. Berkali-kali, warga yang berderet di sepanjang jalan itu melakukan applaus sebagai bentuk ekspresi kegembiraan soal Jember. "Wah, cocok kalau temanya I Love Jember. Sekarang ini, memang harus dibangun cinta," ujar Fitri, warga Kaliwates yang kemarin mengomentari acara tersebut.

Digelar sekitar pukul 13.00 dan berakhir 14.00 kemarin, ratusan peserta tampak bersemangat. Tak hanya grup drum band di bawah komando Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) yang bersemangat, para peserta lomba grup drum band dari sekolah-sekolah juga tampil habis-habisan. Mulai dari kostum peduli lingkungan, sampai kostum daerah ala Mbok Bariyah.

Khusus untuk kostum ini, para peserta memang tidak tanggung-tanggung. Kebanyakan mengangkat tema lingkungan hidup, seperti mengenakan daun-daunan sebagai mahkota, bunga plastik sebagai hiasan kepala, sampai kertas koran dan majalah bekas, seperti yang dilakukan SDN Jember Lor 3.

Mengenakan seragam atasan putih dipadukan dengan celana selutut warna hitam, pasukan SDN Jember Lor 3 mengenakan topi warna-warni terbuat dari kertas koran dan majalah bekas. Tak heran, dengan kostum semeriah itu, pasukan Drum band Panji Laras ini berhasil meraih The Best Uniform.

Penampilan tidak kalah unik, juga ditampilkan oleh SMPN Argopuro 2 yang mengenakan daun-daunan sebagai rompi untuk rumbai-rumbainya mereka menggunakan lilitan janur kuning.

Tak ketinggalan pula, para peraga busana yang berderet di trailer sepanjang 14,7 meter juga terlihat fresh. Berbalut busana beragam tema yang diusung Rien Collection, mereka menggunakan kostum netral dengan paduan warna kontras. "Kami memang ingin menyajikan Cinta sebagai persembahan Jember ke depan. Mari bangun Jember dengan penuh kecintaan," ujar Ir H Hendik, panitia HUT Jember.

Menurut dia, rangkaian kesemarakan ini tidak hanya berhenti sore kemarin. Rangkaian HUT Jember puncaknya justru bersamaan dengan perayaan Tahun Baru 2009. Salah satunya menyajikan pesta kembang api dengan menyajikan penampilan aksi grup musik Jember Seven Dream. Ditampilkannya musisi Jember itu sebagai kado istimewa. Sebab, seluruh personelnya diisi anak Asli Jember. "Secara resmi launching akan digelar Februari 2009 dibawah label musikindo dan akan disusul dengan tour promo bersama Nidji, Slank, dan Ungu di tujuh kota besar," katanya.

Puncak acara sebelum pesta kembang api yang dipimpin langsung Bupati MZA Djalal dengan setting pentas berukuran 16 X 12 meter, lighting 100 ribu watt, sound system 100 ribu watt, giant screem 12 X 6 meter. "Sehingga, saat pesta kembang semakin semarak," tegas Hendik. (lie/kun)