Jum'at, 03 September 2010
 
   Radar Banyuwangi
[ Kamis, 04 Desember 2008 ]
Eksportir Tunggu Operasional Tanjung Wangi
BANYUWANGI-Dukungan segera dioperasikannya Terminal Petikemas Tanjung Wangi (TPT) di Ketapang, Kecamatan Kalipuro, mengalir dari berbagai kalangan. Bahkan, instansi terkait dan perbankan menawarkan sejumlah kemudahan kepada eksportir dan importir. Kalangan pengusaha juga menyatakan siap memanfaatkan TPT untuk kegiatan ekspor dan impornya jika sudah beroperasi.

Dukungan dari berbagai kalangan itu disampaikan dalam dialog interaktif dengan tema "Upaya Mendorong Optimalisasi Transportasi Laut dalam Menunjang Aktivitas Ekspor-Impor melalui Pelabuhan Tanjung Wangi" di hall Hotel Mirah, kemarin (03/12). Dialog yang digelar Dinas Perindustrian, Perdagangan, Penanaman Modal dan Koperasi (Disperindagkop) Banyuwangi mengundang enam narasumber. Mereka adalah Thomas Budi Sarwono, Direktur Utama PT Timur Nusantara; Hery Soesetijo dari Disperindagkop Provinsi Jatim; Suripto, Kepala Kantor Bea dan Cukai Banyuwangi; dan Bambang Setyo Utomo dari Kantor Adpel Tanjung Wangi. Dari perbankan diwakili Trias Prihantoro, staf ekspor BRI Banyuwangi. Sedangkan dari kalangan eksportir diwakili Aspuranto dari PT ICS. Dialog yang dipandu Pemimpin Redaksi Radar Banyuwangi Elly Irwan Suryanto itu berlangsung gayeng.

Thomas yang menjadi pembicara pertama mengajak kalangan eksportir untuk memasukkan empty container ke TPT. Dia menawarkan efesiensi biaya pengiriman kontainer. "Cost bisa ditekan menjadi 750 US dolar, jika lewat Surabaya bisa mencapai 950 US dolar," sebutnya.

Disperindagkop Jatim juga memberikan kemudahan dalam pengurusan surat-surat ekspor. Bahkan kini sudah menerapkan sistem otomasi dokumen secara online. Surat ekspor itu langsung dikirim ke kantor Bea dan Cukai. "Pengajuan pengurusan surat langsung dari web di perusahaan masing-masing ke www.depdag.co.id. Dalam sepuluh menit sudah diterima di negara tujuan ekspor," kata Heri.

Tidak mau kalah pelayanan, kantor Bea dan Cukai juga memberikan kecepatan dan kemudahan pengurusan surat kepabean. "Dalam 15 menit surat sudah selesai, asalkan dokumen eksportir sudah lengkap," jamin Suripto.

Bambang juga menjamin kesiapan Pelabuhan Tanjung Wangi untuk mengoperasikan TPT. Saat ini sudah disiapkan kantor pelayanan satu atap. "Jika ekspor lewat Tanjung Wangi, biaya lebih murah dan mudah. Keamanan juga terjamin dibanding lewat Surabaya," cetus pria asal Magelang itu.

Perbankan juga siap membantu kelancaran pembayaran. Bahkan, menurut Trias, BRI Banyuwangi sudah bisa menerima transfer uang dari luar negeri secara online. "Kami siap memberikan fasilitas mencarikan buyer atau pasar di luar negeri," janjinya.

Narasumber terakhir dari kalangan eksportir, Aspuranto menagih kapan TPT akan beroperasi. Karena sejak diresmikan tahun 2003 hingga sekarang, belum ada operasional yang konkret. Sebagai eksportir, dia menyatakan siap mengirimkan barang melalui TPT. "Jika disuruh memilih antara mengirim barang melalui Surabaya atau Tanjung Wangi dengan cost yang sama, saya akan memilih lewat Tanjung Wangi," tegasnya, meski dengan satu syarat, semua pelayanan sudah siap.

Dialog yang dibuka Bupati Ratna Ani Lestari pukul 09.00 itu dihadiri banyak kalangan usaha. Baik usaha kecil menengah (UKM), perikanan, eksportir, asosiasi pengusaha, dan Kadin. Instansi terkait juga hadir, seperti Pelindo III, Bappeda, Disperindagkop, Bea dan Cukai, dan Adpel. Tak ketinggalan kalangan perbankan di Banyuwangi.(lla/irw)