Jum'at, 03 September 2010
 
   Radar Bromo
[ Selasa, 25 November 2008 ]
Bos Rokok Dirampok
Tangan Disabet Pisau, Rp 115 Juta Amblas

REMBANG - Aksi perampasan uang dengan kekerasan terjadi siang kemarin (23/11). Aksi itu menimpa Didik Yubianto, 40, warga Balung Gabus, Sidoarjo. Uangnya sebesar Rp 115 juta pun amblas dirampas empat pelaku tak dikenal. Pergelangan tangan dan jari kirinya juga luka disabet pisau pelaku. Aksi nekat kawanan perampas itu terjadi di jalan raya Rembang.

Oleh Didik, uang itu sejatinya akan disetor ke kantor Bea dan Cukai Kabupaten Pasuruan yang berlokasi di jalan raya itu. Sekaligus, dia akan mengambil cukai rokok produksinya. Akibatnya lelaki pemilik pabrik rokok PT Putra Mandiri itu harus dilarikan ke RSUD Bangil. Ia harus menerima perawatan tim medis akibat sabetan itu.

Ketika ditemui Radar Bromo di RSUD Bangil , lelaki tersebut mengaku tidak kenal pelakunya. Ia mengatakan kejadian itu terjadi begitu cepat. "Pelakunya ada empat orang. Dua diantaranya tidak memakai helm. Mereka pakai dua sepeda motor," ucapnya sambil mengelus tangannya.

Kemudian dia menceritakan kejadian tersebut. Berawal ketika sekitar pukul 12.00, dia baru saja mengambil uang di BCA Cabang Bangil. Uang sebesar Rp 115 juta itu dia masukkan tas. Lantas bertolak ke kantor Bea dan Cukai yang berada di jalan raya Rembang mengendarai mobil Toyota Avanza putihnya. Sampai di tujuan ia langsung memarikirkan kendaraannya.

Berikutnya dia berniat ke pos satpam untuk melapor. "Waktu saya berjalan, tiba-tiba empat orang dari belakang menguntit saya. Salah seorang kemudian menarik tas saya yang berisi uang. Sempat terjadi tarik-tarikan, tapi dia lalu menyabetkan pisau ke pergelangan tangan," ucapnya.

Kesakitan, kontan dia melepaskan tangannya dari tas tersebut. Berhasil merebut tas berisi uang, kawanan itu cepat-cepat kabur. Sambil berteriak rampok .. rampok, Didik

sebenarnya berupaya mencoba mengejar. Sayang langkahnya kalah cepat. Empat pelaku itu bergegas mengambil motor yang diparkir di depan kantor. Kemudian kabur.

Salah seorang saksi yaitu Matari, satpam kantor Bea dan Cukai mengatakan tidak sempat melihat ciri-ciri pelaku. "Saya hanya seorang diri. Begitu korban teriak rampok..rampok.. saya langsung keluar. Saya mendapati korban tengah berlari mengejar pelaku dan tangannya berceceran darah," katanya pada koran ini.

Matari sebenarnya juga sempat berusaha mengejar pelaku. Namun langkahnya kalah cepat juga. Selanjutnya ia menghubungi polisi seraya mencari pertolongan untuk membawa korban ke RSUD Bangil. Tak lama kemudian, petugas pun datang.

Petugas segera melakukan olah tempat kejadian perkara. Reka ulang diperagakan ketika Didik memarkirkan mobilnya. Kepada petugas, Didik menyebutkan kalau sejak dari bank sebenarnya dia sempat curiga ketika dibuntuti satu buah mobil.

"Tapi saya nggak terlalu memperhatikan mobil tersebut. Saya kira nggak sampai masuk ke kawasan PIER," ujarnya. Ternyata bukan mobil tersebut yang merampas uangnya. Namun empat pengendara yang menggunakan dua buah motor.

Atas kejadian itu Didik mengucapkan penyesalannya. "Ini salah saya semua. Kenapa kok tidak pakai pengawal ketika membawa uang," katanya sambil geleng-geleng kepala.

Kapolres Pasuruan AKBP Setyo Boedi MH melalui Kapolsek Rembang AKP Cahyo Widodo mengatakan masih menylidiki kasus ini. ''Kami masih memeriksa saksi-saksi yang ada di lapangan. Rencananya CCTV yang berada di kawasan PIER juga akan akan kami lihat. Dari situ kami akan memulai penyelidikan,'' terang Kapolsek. (fun)