Jum'at, 03 September 2010
 
   Radar Malang
[ Senin, 11 Agustus 2008 ]
Bloggerngalam, Komunitas Anak Muda Kota Malang di Dunia Maya
Jaring Kreativitas, Dapat Uang Dipakai Makan Bareng

Membentuk komunitas tidak hanya bisa dilakukan di dunia nyata. Di dunia maya (online) pun, komunitas bisa berjalan dinamis. Ini pula yang dilakukan pada globber's Malang dalam mengekspresikan diri melalui karya dan informasi dalam sebuah komunitas blog.

Yosi Arbianto, MALANG

---------------------------------------------------

Usia komunitas online Bloggerngalam belum genap setahun. Komunitas ini lahir di sebuah kampus di kawasan Blimbing, Kota Malang, pada 29 Desember 2007 lalu. Meski masih "bayi", namun komunitas ini cukup populer. Paling tidak cukup terkenal di dunia dan penggemar blog.

Hingga 10 Agustus 2008 kemarin, anggota komunitas ini sudah mencapai 367 blogger. Anggotanya disebut globber's, bahasa walikan dari kata blogger. Pada 20 Juli lalu, jumlah anggotanya masih 290 blogger. Ada peningkatan 77 anggota dalam 20 hari. "Kami menggunakan sebagian bahasa walikan untuk menunjukkan kekhasan Malang," ungkap Alix Wijaya Hadi Kurnia, salah seorang penggagas komunitas ini saat ditemui koran ini di sebuah warnet di Jalan Ki Ageng Gribig, Kedungkandang, kemarin.

Anggota bloggerngalam semuanya adalah pembuat dan pemilik blog. Blog menurut Wikipedia adalah kependekan dari web log yang berarti buku harian online. Kepemilikan blog itu menjadi keharusan saat mendaftar menjadi anggota. "Kalau belum punya blog, kami belum bisa terima pendaftarannya. Memang ini komunitas pemilik blog," ungkap pemilik nama online Ale ini.

Selain memiliki blog, anggota juga harus punya hubungan dengan Malang. Baik sebagai arek asli alias kelahiran Malang, atau berdomisili di Malang, atau pernah tinggal menetap di Malang. Selain itu, anggota juga harus selalu posting (mengirim artikel) untuk menggairahkan situs komunitas. "Ini visinya memang wadah silaturahmi antar-pemilik blog Malang," kata Ale yang kemarin ditemani oleh tiga anggota komunitas, Yusuf Efendi, Tri Syawal, dan Syariful Mal.

Di kota lain, komunitas blogger juga tengah dalam proses membangun. Di Jogja ada cahandong.com, di Surabaya ada tugupahlawan.com, atau di Semarang ada loempia.com. "Tujuan kami adalah menjalin silaturahmi antar sesama blogger muda. Baik di Kota Malang maupun di kota-kota lainnya," ungkap Ale.

Rata-rata, kata Ale, anggotanya dari kalangan mahasiswa dan siswa SMA. Namun ada juga dari kalangan ibu rumah tangga dan karyawan. Semuanya diterima untuk berbagi semua hal tentang Malang.

Ide membentuk komunitas bloggerngalam muncul pertengahan 2007. Saat itu mahasiswa teknik sipil UM ini bersama beberapa rekan sesama blogger sering kopi darat (kopdar). Mereka ingin menyatukan para blogger muda dalam sebuah wadah yang dinamis. Apalagi sesuai dengan sejarahnya, blog sifatnya cenderung individualis kalau tidak disebut narsis. Maka muncullah bloggerngalam.com sebagai situs komunitas.

"Kami memang membentuk komunitas ini secara umum. Agar para blogger muda bisa masuk. Pembatasnya hanya Malang," imbuh Yusuf yang menjadi editor dalam pemuatan artikel.

Kegiatan offline telah beberapa kali dilakukan. Misalnya bekerja sama dengan Pemkot Malang menggelar blog rally beberapa waktu lalu. Menjadi pemateri bloging to school di SMKN 4 dan beberapa sekolah. Lomba desain blog, pesta blogger 2008, dan lomba cerpen kemerdekaan. "Kami upayakan untuk memperbanyak kegiatan agar para blogger muda banyak yang bergabung," katanya.

Merawat situs untuk mempertahankan eksistensi komunitas akan dilakukan Ale dan kawan-kawannya. Kebetulan Ale adalah admin di sebuah warnet. Perawatan itu penting karena banyak komunitas sebelumnya yang tidak berhasil mempertahankan kontribusi informasi tentang Malang. Akibatnya komunitas pun bubar.

Ke depan, komunitas ini akan dibentuk untuk memberikan kontribusi informasi soal Malang. Menurut Yusuf, akan diset mirip citizen journalism (jurnalisme publik). Selain memuat di masing-masing blognya, para globbers juga bisa mengirimkan kabar dan info soal Malang pada anggota komunitas.

Selain itu, nantinya para anggota juga bisa mendapatkan sharing pendapatan dari iklan maupun bisnis online lainnya. Untuk tahap awal, pendapatan itu bisa untuk kopdar bareng secara gratis. "Mungkin tahap awal pendapatan dari komunitas bisa untuk makan bareng. Lumayan kan," ujar Ale yang kelahiran Denpasar, 11 Juli 1983 ini. (*/war)