[ Jum'at, 01 Agustus 2008 ]
Tiga pemain persibo belum disahkan
BOJONEGORO-Dari 25 pemain yang didaftarkan Persibo Bojonegoro ke Badan Liga Indonesia (BLI) beberapa waktu lalu ada tiga pemain yang sampai dengan saat ini belum mendapatkan pengesahan dari BLI.
Ada tiga pemain asing dan 22 pemain lokal yang didaftarkan ke BLI. Namun hanya 22 pemain yang terdiri dari dua pemain asing serta 21 pemain lokal yang sudah disahkan oleh BLI.
Satu pemain asing tersebut adalah Victor Da Silva stoper asal Brasil. Sebab sampai dengan kemarin belum meberima Internatiobal Transfer Certificate pemain yang bersangkutan. Hal ini karena pada musim lalau dia tercatat sebagai pemain Pahang FC klub sepak bola di Malaysia.
Sementara dua pemain lokal yang belum mendapatkan pengesahan adalah M Siswanto yang sebelumnya tercatat sebagai pemain persebaya U 23. sementara satupemain Herry Prasetyo Penjaga Gawang PON yang terakhir tercatat sebagai pemain Persikoba Batu yang berada di Divisi I. Karena belum pernah berlaga di profesional maka dua pemain tersbeut harus alih status dari amatir ke porfesional.
Asisten manajer Bidang Teknis Persibo Bojonegoro Imam sardjono kepada Radar Bojonegoro menjelaskan bahwa saat ini pihak manajemen sedang berusaha unutk melengkapi persyarata peralihan dua pemain tersebut. ''ya kita butuh keterangan dari klub asalany,'' katanyta
Namun dia menyatakan unutk dua pemain tersbeut tidak begitu ada masalah. Sebab kemungkinan dalam beberap hari status keduanya sudah akan bsia disahkan oleh BLI. ''Asalkan persyarat lengkap,'' tegasnya
Hanya pria itu menyatatakan yang sedikit mengkhawatirkan adalah statsu Victor Da Silva. Sebab menurut dia sesuai kesepakatan semua surat yang berhubungan dengan pemain yang pernah bermain sebagai pemain PKT itu menjadi tanggung jawab agen bersangkutan. ''Kita juga sudah berkali-kali menelpon agen agar seger diurus,'' tegansya
Apalagi menurut pria yang juga pengusaha Saprodi itu Victor Da Silva adalah palang pintu yang diandalkan persibo. Kalau saja absen maka poisis lini belakang Persibo akan menjadi rawan. ''Karena itu kita berusaha semaksimal mungkin,'' tegasnya. (ade)