Jum'at, 03 September 2010
 
   Radar Madiun
[ Minggu, 30 Mei 2010 ]
Berbulan-bulan Smoking Area Terkunci
MADIUN - Besok, pada 31 Mei, diperingati sebagai Hari Anti Tembakau Sedunia. Beberapa upaya menekan perokok mengisap tembakau di sembarang tempat sudah dilakukan pemkot. Misalnya, membangun smoking area di beberapa tempat. Salah satunya, di terminal bus Purboyo. Tapi, bangunan ini seolah sia-sia belaka. Pantauan Radar Madiun di lokasi, kemarin (29/5), pintu smoking area tertutup rapat dan tidak bisa dibuka. Terlihat, plastik pembungkus air flush dan kursi di area itu masih ada.

Belum dioperasikannya smoking area tersebut dibenarkan Sutrisno, salah seorang penjaja jasa pencari penumpang bus di terminal tersebut. Menurutnya, sejak dibangun enam bulan lalu, tempat itu terkunci. Pihaknya juga pernah menanyakan kepada pihak terminal Purboyo. ''Katanya pihak terminal juga belum dipasrahi kunci ruangan itu, ya terpaksa kami merokok di luar ruangan,'' terangnya, kemarin.

Sutrisno menyayangkan belum beroperasinya smoking area. Padahal perokok seperti dirinya membutuhkan ruangan itu untuk merokok sejenak. ''Sebenarnya kami sadar dengan bahayanya asap rokok. Tapi gimana lagi, kami juga nggak biasa menggunakan area khusus. Ya terpaksa tetap ngrokok sembarangan,'' paparnya.

Belum beroperasinya smoking area dilokasi tersebut juga dikeluhkan Rumiyati, calon penumpang bus. Dia mengaku tertanggu jika ada orang merokok di dekatnya karena merasa mual dan pusing. ''Seharusnya tempat itu difungsikan, jadi orang yang pingin merokok tidak sembarangan dan punya tempat. Eman-eman, ruangannya bagus tapi nggak di pakai. Lalu buat apa dibangun,'' tanyanya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi Anung Juda, kepala terminal Purboyo membenarkan belum dioperasikannya smoking area. Hingga kini pihak terminal belum menerima kunci ruangan dari pihak yang membangun. ''Sampai sekarang belum ada kuncinya, rencananya Senin nanti kami akan menanyakan,'' terangnya.

Juda berencana segera mengoperasikan smoking area yang dibangunan melalui dana cukai rokok 2009 itu. Sebab keberadaan lokasi ini dibutuhkan bagi perokok yang ada di terminal. ''Jika sudah ada kuncinya, akan kami buka segera. Rencananya petugas akan ditempatkan di ruangan itu untuk mengarahkan awak bus atau penumpang yang ingin merokok. Dengan begitu, tidak akan mengganggu penumpang lain yang tidak merokok,'' terangnya. (aan/irw)