[ Senin, 08 Februari 2010 ]
2011, Grade UN Enam
Naik Setengah Poin, Mata Ujian Tetap
MALANG - Dirjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) RI Prof Suyanto menyatakan, kalangan pendidik harus siap-siap menghadapi era persaingan tahun depan. Sebab Kemendiknas RI sudah ancang-ancang untuk menaikkan grade nilai minimal hasil ujian nasional (UN) dari 5,5 menjadi 6.
Angka enam ini, kata Suyanto, dinilai cukup ideal untuk bisa bersaing dengan negara berkembang lain semisal Singapura. "Saya kira tahun depan sudah bisa diterapkan itu," kata Suyanto di sela-sela peresmian gedung SMP Sabilillah, Sabtu (6/2).
Meski angka standar minimal naik 0,5 poin, namun tidak akan ada tambahan mata pelajaran yang diujinasionalkan. Kemendiknas sementara tetap mengacu pada mata pelajaran UN tahun ini sembari menunggu hasil evaluasi dari pelaksanaan UN Maret mendatang.
Sebab, menurut dia, UN tahun ini menjadi standar adanya beberapa kebijakan baru yang akan dibuat Kemendiknas. Misalnya, kalau pelaksanaan UN sudah kredibel, bobot soal SMA berkualitas, peluang UN jadi pintu masuk perguruan tinggi negeri (PTN) sangat besar. Termasuk jika perolehan nilai UN mayoritas bagus, maka angka minimal tahun depan sudah bisa 6. "Semoga saja UN Maret nanti lancar," ujar Suyanto.
Menanggapi adanya keluhan beberapa sekolah yang raihan hasil tryout tiga pekan lalu banyak yang jeblok, Suyanto mengaku tidak yakin. Menurutnya, tidak mungkin mayoritas siswa kesulitan mengerjakan saat tryout. Karena soal dalam tryout biasanya sudah mengacu pada standar kompetensi lulusan (SKL). "Kalau ada yang masih mengeluh itu beberapa sekolah saja," jawab dia enteng.
Terpisah, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMPN Kota Malang Hadi Harianto menegaskan, raihan hasil UN di lingkungan SMPN Kota Malang nanti akan lulus 90 persen. Ini didasarkan pada hasil tryout yang berlangsung tiga pekan lalu. Diakuinya, hasil tryout kurang begitu bagus, yakni 38,39 persen yang tidak lulus dari 12.302 siswa.
Namun, berdasar pengalaman sebelumnya, setiap tryout berikutnya jumlah yang tidak lulus terus menyusut. "Makanya saya sangat yakin target lulus 90 persen bisa tercapai," kata Hadi. (abm/war)