
Ketum PKB Cak Imin saat membuka diskusi dalam peringatan Hari Kartini di Kantor DPP PKB, Jakpus, pada Selasa (21/4). (PKB)
JawaPos.com - Ketua Umum (Ketum) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menghadiri acara diskusi bertajuk Sobat Digital, Bukan Korban Digital yang diselenggarakan untuk memperingati Hari Kartini pada Selasa (21/4). Dalam kesempatan tersebut, Cak Imin mengingatkan bahaya kejahatan digital.
Cak Imin menyampaikan hal itu saat membuka diskusi yang berlangsung di Kantor DPP PKB, Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat (Jakpus) pada Selasa (21/4). Menurut dia, diskusi soal dunia digital saat ini sangat penting. Mengingat spektrum persoalannya kian luas, termasuk munculnya berbagai kejahatan digital.
”Yang paling mutakhir adalah kejahatan digital melalui game online. Ini harus menjadi perhatian serius. Aparat, khususnya polisi siber, harus lebih sigap dan adaptif dalam menghadapi pola kejahatan baru yang terus berkembang dan mengancam masyarakat,” kata dia.
Menurut Cak Imin, batas antara sobat digital dengan korban digital saat ini sudah sangat tipis. Banyak orang merasa sudah mampu menggunakan teknologi dengan bijak. Namun, tidak sedikit yang tanpa sadar telah menjadi korban. Sehingga dia menganalogikan sobat digital dan korban digital sebagai 2 sisi mata uang.
Orang nomor satu di DPP PKB itu pun menyampaikan bahwa saat ini pihaknya sudah menitipkan 3 langkah strategis untuk menangani berbagai persoalan tersebut. Pertama, penguatan regulasi. Menurut dia, sejumlah negara sudah menerapkan aturan ketat dalam penggunaan media sosial, termasuk pembatasan anak-anak.
Kedua, pembangunan ekosistem digital yang produktif. Cak Imin mencontohkan Korea Selatan yang berhasil mengintegrasikan industri kreatif, budaya, dan UMKM dalam satu ekosistem digital yang kuat. Ketiga, penguatan nilai-nilai agama, budaya, dan etika oleh perempuan.
”Kerja keras harus diimbangi dengan kerja cerdas, serta fondasi nilai yang kuat agar tidak tergerus arus digital,” ujarnya.
Dalam acara yang sama, Ketua Umum DPP Perempuan Bangsa Nihayatul Wafiroh menegaskan, semangat Kartini tetap relevan di era digital. Apabila dahulu Kartini berjuang melawan keterbatasan melalui tulisan, kini perempuan menghadapi tantangan baru di ruang digital yang tanpa batas.
”Transformasi digital membuka peluang besar bagi kemandirian ekonomi dan ekspresi perempuan. Namun di sisi lain, ruang digital juga bisa menjadi hutan belantara yang penuh ancaman,” kata perempuan yang akrab dipanggil Ninik itu.
Karena itu, Ninik menekankan bahwa Perempuan Bangsa harus menjadi garda terdepan dalam melawan kekerasan digital. Salah satu langkah yang harus ditempuh adalah menjangkau seluruh lapisan masyarakat sampai ke seluruh pelosok desa.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
