
Yunita Restu Safitri selaku Ketua Tim Kerja Promosi Kesehatan Jiwa dan Kemitraan Kementerian Kesehatan menyatakan, kesehatan mental anak terancam di ruang digital. (istimewa)
JawaPos.com - Perkembangan teknologi dan arus deras informasi yang terbuka saat ini tentu saja memiliki dampak positif yang sangat besar bagi banyak orang.
Namun, perkembangan tersebut justru menimbulkan kekhawatiran bakal terpapar dampak negatifnya, terutama bagi anak-anak. Mereka rentan terpapar bahaya akibat konten-konten negatif dan berbahaya yang ada di ruang digital.
Hal itu disampaikan Yunita Restu Safitri selaku Ketua Tim Kerja Promosi Kesehatan Jiwa dan Kemitraan Kementerian Kesehatan. Menurutnya, kesehatan jiwa anak menghadapi tantangan serius di era digital sekarang ini. Mereka rentan mengalami adiksi gadjet, perundungan, dan terpapar konten-konten negatif.
Untuk meminimalisir dampak negatifnya, diperlukan sejumlah langkah penting untuk dilakukan. Diantaranya; mewajibkan Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) menerapkan sistem yang aman melalui verifikasi usia, pengaturan privasi, dan perlindungan dari konten berbahaya pada anak.
Baca Juga:Ahmad Dhani Klaim Hak Asuh Anak Maia Estianty Tidak Dikabulkan, Begini Fakta Putusan Pengadilan
Selain itu, keluarga juga dinilai punya peran penting untuk melindungi anak-anak dari ancaman bahaya negatif ruang digital. Mereka diminta berperan aktif mengawasi konten-konten apa saja yang dilihat dan ditonton anak untuk memastikan mereka tidak terpapar konten negatif.
Selain itu, lembaga pendidikan juga dinilai penting melakukan pengawasan secara ketat terhadap siswa untuk memastikan mereka terlindungi di ruang digital.
"Diperlukan upaya komprehensif melalui penguatan peran keluarga, sekolah, literasi kesehatan mental, serta kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan lingkungan digital yang lebih sehat bagi anak," ungkap Yunita Restu Safitri dalam keterangan tertulis.
Pernyataan tersebut disampaikannya dalam acara Sinergi SKPD dalam Implementasi PP Tunas: Jaga dan Lindungi Kesehatan Mental Anak di Ruang Digital yang diikuti sekitar 250 peserta di Aula KONI Kota Bandung, belum lama ini. Acara tersebut bagian dari sosialisasi Peraturan Pemerintah (PP) TUNAS (Tunggu Anak Siap).
Mediodecci Lustarini selaku Sekretaris Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi mengungkapkan hal senada. Menurutnya, sangat diperlukan aturan di ruang digital yang dapat memberikan perlindungan secara komprehensif terhadap anak-anak dari segala potensi yang dapat membahayakan kesehatan mental mereka.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
