
SUV premium BAIC X55 II. (Nur Chamim/ Jawa Pos Radar Semarang)
JawaPos.com - Popularitas Sport Utility Vehicle (SUV) terus meningkat. Selain tampil gagah, SUV juga kerap dipilih karena memberi rasa aman lebih saat melaju di jalan.
Tren ini kemudian mendorong sebagian pemilik melakukan modifikasi tampilan, salah satunya dengan memasang ban off-road agar kendaraan terlihat semakin tangguh. Namun di balik tampilan yang lebih gahar, ada risiko keselamatan yang kerap luput dari perhatian.
Banyak penggemar modifikasi yang dinilai masih menempatkan aspek estetika di atas fungsi. Padahal pemilihan ban sangat berpengaruh terhadap kenyamanan dan keamanan berkendara sehari-hari.
Setiap tipe ban dirancang dengan karakter dan fungsi berbeda, terlebih ban off-road yang sejatinya diperuntukkan bagi medan tanah atau bebatuan, bukan penggunaan dominan di jalan aspal.
Fenomena tersebut turut disoroti oleh Pembalap Reli Nasional Rifat Sungkar. Dia menilai banyak pengendara ingin tampil stylish dengan ban SUV berkarakter off-road, namun tidak memahami konsekuensi teknisnya. Menurut dia, ban off-road seperti tipe Mud Terrain (M/T) atau All Terrain (A/T) yang agresif memiliki karakter berbeda dibanding ban standar pabrikan (OEM). Selain menimbulkan suara lebih bising, getaran ban juga lebih mudah masuk ke kabin.
"Selain itu, ban ini sering kali membuat kemudi terasa lebih berat atau memberikan sensasi ‘ketarik’ ke arah tertentu, yang jika tidak dipahami, akan membuat pengendara merasa tidak nyaman atau bahkan panik saat menghadapi respon setir yang berbeda,” ujar Rifat, dalam acara Indonesia's Automotive Outlook 2026 bersama Forum Wartawan Otomotif, yang digelar baru-baru ini.
Aspek lain yang tak kalah penting adalah jarak pengereman. SUV memiliki bobot lebih berat dibandingkan mobil kecil, sehingga membutuhkan stopping distance yang lebih panjang. Risiko ini akan semakin besar bila dikombinasikan dengan penggunaan ban yang tidak sesuai dengan kondisi jalan. ”Jika ditambah dengan penggunaan ban yang tidak sesuai dengan medannya, daya cengkeram atau grip akan berkurang drastis,” urai Rifat.
Dia mengingatkan, perpaduan antara massa kendaraan yang besar dan pemilihan ban yang keliru bisa menjadi potensi bahaya serius di jalan raya bila pengendara tidak waspada.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
