
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (5/2). (Nanda Prayoga/JawaPos.com)
JawaPos.com - Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menetapkan sasaran realistis bagi industri otomotif nasional pada 2026. Di tengah upaya pemulihan ekonomi yang masih berlangsung, penjualan mobil sepanjang tahun ini diperkirakan berada di kisaran 850.000 unit.
Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan sekitar 5,4 persen dibandingkan capaian 2025 yang berhenti di level 803.000 unit. Meski ada peningkatan, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menilai proyeksi ini belum mampu mengembalikan pasar ke kondisi ideal sebelum pandemi, saat penjualan mobil nasional rutin melampaui 1 juta unit per tahun.
"Target proyeksi 850 ribu unit masih belum cukup kuat untuk menembus level 1 juta unit, sebelum masa pandemi. Seluruh stakeholder harus kita cari cara terbaik untuk bisa rebound sub-sektor industri nasional ini," ujar Menperin di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (5/2).
Menperin juga mengungkapkan bahwa kinerja industri otomotif sepanjang 2025 berada dalam tekanan cukup berat. Data menunjukkan penjualan wholesales mengalami penurunan 7,2 persen, dari 865.000 unit pada 2024 menjadi 803.000 unit pada 2025. Kondisi serupa terjadi pada penjualan retail yang turun dari 889.000 unit menjadi 833.000 unit.
Tekanan tersebut turut dirasakan segmen Low Cost Green Car (LCGC) yang selama ini menjadi penopang volume penjualan. Wholesales LCGC tercatat merosot tajam hingga 30,6 persen, dengan total penjualan hanya sekitar 122.000 unit.
Di tengah pelemahan pasar domestik, Menperin menegaskan ada dua faktor utama yang menjaga industri tetap bergerak, yaitu ekspor kendaraan dan pertumbuhan mobil listrik. Ekspor mobil utuh (CBU) berhasil tumbuh 9,7 persen menjadi 518.000 unit, sementara penjualan kendaraan listrik murni (BEV) melonjak signifikan dari 43.000 unit menjadi 103.000 unit.
Sementara itu, Presiden Direktur Dyandra Promosindo, Daswar Marpaung, berharap penyelenggaraan IIMS 2026 dapat menjadi katalis peningkatan daya beli masyarakat. Menurutnya, pameran ini berperan sebagai wadah kolaborasi untuk memperkuat rantai industri otomotif, mulai dari sektor hulu hingga hilir.
Saat ini, tingkat utilisasi pabrik otomotif nasional masih berada di kisaran 61,80 persen. Pemerintah menargetkan angka tersebut bisa terdongkrak hingga 70 persen, agar kapasitas produksi nasional sebesar 2,6 juta unit dapat dimanfaatkan secara optimal dan tidak terbuang percuma.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
