
Warga dibantu petugas melakukan pengisian bahan bakar jenis Pertalite di salah satu SPBU di kawasan, Kuningan, Jakarta, Selasa, (28/6/2022). PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya PT Pertamina Patra Niaga berencana mengatur pembelian Jenis Bahan Bak
JawaPos.com - Pertamina saat ini memang tengah mengkaji untuk meningkatkan kadar oktan BBM subsidi RON 90 menjadi RON 92. Hal tersebut dilakukan dengan mencampur pertalite dengan etanol 7 persen sehingga menjadi pertamax green 92. Kajian yang dinamai Program Langit Biru Tahap 2 tersebut masih dilakukan secara internal dan belum diputuskan.
”Program tersebut merupakan hasil kajian internal Pertamina. Belum ada keputusan apa pun dari pemerintah. Tentu ini akan kami usulkan dan kami bahas lebih lanjut,” kata Dirut Pertamina Nicke Widyawati saat rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR RI (30/8).
Jika usulan tersebut dapat dibahas dan menjadi program pemerintah, kata dia, harganya tentu akan diatur oleh pemerintah. ”Tidak mungkin jenis BBM khusus penugasan (JBKP) harganya diserahkan ke pasar karena ada mekanisme subsidi dan kompensasi di dalamnya,” terang Nicke.
Menurut Nicke, kajian tersebut dilakukan untuk menghasilkan kualitas BBM yang lebih baik. Sebab, bahan bakar dengan kadar oktan yang lebih tinggi tentu akan semakin ramah lingkungan.
Dia menegaskan, Program Langit Biru Tahap 2 masih merupakan kajian internal Pertamina. Implementasinya akan diusulkan kepada pemerintah dan menjadi kewenangan pemerintah untuk memutuskan. ”Namun, ini baru usulan sehingga tidak untuk menjadi perdebatan,” jelasnya.
Sementara itu, pelaku industri otomotif menanggapi positif jika benar ada penggantian pertalite dengan pertamax green 92. Pabrikan Jepang Suzuki misalnya.
”Kami selalu mendukung program pemerintah yang bertujuan baik bagi masyarakat dan lingkungan. Apalagi program atau upaya untuk mengurangi emisi gas buang ini sejalan dengan produk-produk Suzuki yang sudah dirancang lebih rendah emisi dan lebih ramah lingkungan,” ujar Asst. to Dept. Head Service PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) Hariadi.
Mengenai aplikasinya ke kendaraan-kendaraan yang sudah beredar di Indonesia, Hariadi menyatakan bahwa pihaknya akan mempelajari lebih lanjut mengenai komposisi 7 persen etanol yang menjadi campuran BBM pertamax green 92.
Toyota juga mengapresiasi wacana tersebut. Marketing Director PT Toyota Astra Motor (TAM) Anton Jimmi Suwandy mengatakan, hal tersebut merupakan upaya yang apik dari pemerintah untuk memberikan bahan bakar yang lebih baik dalam hal pengurangan emisi maupun penggunaan energi terbarukan. ”Sehingga secara step-by-step kita bisa bersama menuju netralitas emisi di Indonesia,” ujar Anton.
Honda di Indonesia ikut optimistis bahwa penggunaan pertamax green 92 bisa diaplikasikan pada kendaraan-kendaraan yang sudah existing. ”Produk Honda yang dipasarkan saat ini sudah kompatibel dengan bahan bakar dengan campuran etanol 7 persen sehingga aman untuk digunakan bagi konsumen Honda,” ujar Business Innovation and Sales & Marketing Director PT Honda Prospect Motor (HPM) Yusak Billy. (dee/lyn/agf/bil/c6/fal)

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
