
Ilustrasi AI. (Pinterest)
JawaPos.com - Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mulai membuka peluang baru bagi penyandang disabilitas tunanetra untuk masuk ke dunia kerja formal. Teknologi seperti text-to-speech, pembaca layar, hingga AI berbasis deskripsi gambar dinilai mampu memperluas akses tunanetra terhadap pekerjaan yang sebelumnya sulit dijangkau.
Di Indonesia, tantangan inklusivitas tenaga kerja masih cukup besar. Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024 menunjukkan jumlah penyandang disabilitas mencapai lebih dari 17,8 juta orang. Namun, tingkat partisipasi kerja kelompok ini baru berada di angka 23,94 persen.
Kesenjangan semakin terlihat pada penyandang disabilitas sensorik netra. Berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), dari sekitar 4,2 juta tunanetra, hanya sekitar satu persen yang terserap ke sektor formal.
Yayasan Mitra Netra menilai perkembangan AI dapat menjadi momentum untuk mempercepat perubahan tersebut. Teknologi asistif yang kini semakin canggih memungkinkan tunanetra bekerja lebih mandiri, mulai dari mengakses dokumen, mengelola data, hingga menjalankan pekerjaan berbasis digital.
Salah satu teknologi yang banyak digunakan adalah perangkat lunak Non Visual Desktop Access (NVDA), yang membantu pengguna mengoperasikan komputer melalui bantuan suara. Kehadiran AI juga membuat fitur pembaca teks dan pengenal gambar menjadi lebih natural serta akurat dalam menerjemahkan informasi visual.
Menurut Mitra Netra, optimalisasi teknologi perlu dibarengi dengan kesiapan lingkungan kerja yang inklusif. Perusahaan dinilai masih perlu memahami perbedaan antara aksesibilitas dan akomodasi bagi pekerja disabilitas.
Aksesibilitas mencakup penyediaan fasilitas yang mudah diakses, baik secara fisik maupun digital. Contohnya seperti jalur pemandu, label Braille, serta situs dan aplikasi yang kompatibel dengan pembaca layar.
Sementara akomodasi lebih bersifat personal, misalnya penyediaan materi rapat dalam format digital aksesibel, fleksibilitas metode kerja, hingga sistem kolaborasi dengan rekan kerja untuk tugas tertentu yang membutuhkan bantuan visual.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Mitra Netra sebelumnya meluncurkan Direktori Pekerjaan Tunanetra Indonesia pada 11 Desember 2025. Direktori ini dirancang sebagai referensi bagi masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha untuk memahami potensi tenaga kerja tunanetra di berbagai bidang.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
