
Sergey Brin memperkuat kendali investasinya di sektor teknologi otak melalui konsolidasi dana Nexus NeuroTech ke dalam Bayshore Global Management. / Foto: (Bloomberg)
JawaPos.com — Sergey Brin melalui family office miliknya, Bayshore Global Management, mengambil langkah strategis dengan mengintegrasikan dana modal ventura berbasis teknologi otak, Nexus NeuroTech Ventures, ke dalam struktur investasinya.
Langkah ini menandai penutupan operasional Nexus NeuroTech Ventures yang sebelumnya berfokus pada pengembangan teknologi untuk menangani gangguan sistem saraf, sekaligus pengalihan seluruh portofolio investasinya ke Bayshore.
Dilansir dari Bloomberg, Selasa (28/4/2026), sumber yang mengetahui proses tersebut menyebut bahwa Bayshore telah menyerap seluruh aset dan investasi Nexus. Dana tersebut sebelumnya mengelola lebih dari 200 juta dolar AS (sekitar Rp 3,44 triliun dengan kurs Rp 17.220 per dolar AS) dan memiliki sekitar 15 perusahaan dalam portofolionya.
Baca Juga:OpenAI Akhiri Kemitraan Eksklusivitas dengan Microsoft, Siap Buka Akses ke Amazon dan Google
Perubahan ini juga dikonfirmasi oleh mantan CEO Nexus, Jordi Parramon, yang menyebut bahwa perusahaan telah resmi menghentikan operasinya setelah proses akuisisi internal selesai. Seluruh perusahaan portofolio Nexus kini berada di bawah kendali Bayshore.
Secara konteks, langkah ini memperkuat posisi Brin dalam mengelola langsung investasi di sektor neuroteknologi, bidang yang berfokus pada teknologi dan terapi sistem saraf, termasuk pengembangan perangkat untuk membantu gangguan neurologis.
Brin sendiri telah lama aktif mendukung riset di bidang ilmu otak, termasuk penelitian terkait Parkinson, autisme, dan gangguan bipolar. Fokus ini juga bersifat personal, mengingat riwayat keluarga yang berkaitan dengan penyakit Parkinson.
Di sisi lain, tren investasi di bidang teknologi otak tidak hanya dilakukan Brin. Sejumlah tokoh teknologi global seperti Elon Musk dan Jeff Bezos juga diketahui mendukung pengembangan teknologi yang berkaitan dengan aktivitas dan antarmuka otak manusia.
Nexus sendiri sebelumnya berinvestasi pada berbagai teknologi, termasuk perangkat untuk mengurangi tremor tangan serta sistem ultrasound yang dapat memodifikasi aktivitas otak secara non-invasif. Fokus ini menjadikannya salah satu pemain di area neuroteknologi terapan.
Melalui Catalyst4, organisasi filantropi milik Brin, pendanaan terhadap Nexus dan beberapa kendaraan investasi lainnya sebelumnya telah dilakukan secara signifikan, termasuk pada sektor bioteknologi dan energi bersih.
Dengan integrasi ini, struktur investasi Brin menjadi lebih terpusat di bawah Bayshore, sekaligus mencerminkan pergeseran besar dalam cara investor ultra-kaya mengelola teknologi strategis secara langsung, bukan lagi melalui dana ventura independen.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
