
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria. (istimewa)
JawaPos.com - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengingatkan adanya potensi risiko dari penggunaan kecerdasan buatan yang semakin meluas.
Menurutnya, ketergantungan berlebihan pada Artificial Intelligence (AI) mulai berdampak pada penurunan kemampuan berpikir kritis, baik di kalangan pelajar maupun profesional.
“Jangan sampai kita kehilangan daya kritis karena semua diserahkan kepada AI. Itu sudah mulai terjadi di dunia pendidikan,” ujar Wamen Nezar saat membuka Workshop AI Talent Factory 2 di Universitas Gadjah Mada, dikutip Minggu (19/4).
Ia menekankan bahwa pengembangan talenta digital tidak cukup hanya berfokus pada aspek teknis semata. Generasi mendatang juga perlu memahami cara berinteraksi dengan AI secara bijak serta mampu mengendalikan penggunaannya.
Dalam pandangannya, pengembangan teknologi AI harus berorientasi pada manusia.
“Desain AI harus human-centric agar teknologi yang dikembangkan memberi dampak positif pada manusia. Dalam pengambilan keputusan, AI harus tetap menempatkan manusia sebagai pusat melalui pendekatan human in the loop,” jelasnya.
Nezar juga menyoroti tren penggunaan AI yang cenderung instan, yang berisiko melemahkan kemampuan analisis dan pertimbangan etis jika tidak diimbangi dengan kesadaran dalam penggunaannya.
Karena itu, ia menegaskan pentingnya kemampuan talenta digital untuk tetap mengkritisi dan mengevaluasi setiap hasil yang dihasilkan AI. Proses berpikir dan pengambilan keputusan, menurutnya, tidak boleh sepenuhnya diserahkan kepada mesin.
Di sisi lain, Nezar Patria juga mendorong pemanfaatan AI untuk menjawab berbagai tantangan nyata di sektor strategis, seperti pangan, energi, kesehatan, dan maritim. Pendekatan berbasis solusi dinilai penting agar teknologi dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Ambisi strategis diperlukan agar kita tidak hanya mengadopsi teknologi, tetapi mampu menggunakannya untuk menyelesaikan masalah nyata di sektor-sektor prioritas,” ujarnya.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
