Logo JawaPos
Author avatar - Image
06 Maret 2026, 00.36 WIB

Jensen Huang Tandai Akhir Investasi Besar Nvidia di OpenAI dan Anthropic

Kantor pusat Nvidia di Santa Clara, California, Amerika Serikat (Reuters) - Image

Kantor pusat Nvidia di Santa Clara, California, Amerika Serikat (Reuters)

JawaPos.com - Nvidia, salah satu perusahaan pembuat cip terbesar dunia, memberi sinyal bahwa perusahaan itu mungkin tidak akan lagi menanamkan investasi modal besar di startup kecerdasan buatan terkemuka seperti OpenAI dan Anthropic. Pernyataan ini mencerminkan pergeseran penting dalam model investasi di industri AI global di saat kedua perusahaan bersiap memasuki pasar modal. 

Dalam konferensi Morgan Stanley Technology, Media and Telecom di San Francisco, Kamis (4/3/2026), chief executive officer Nvidia, Jensen Huang, menegaskan bahwa prospek investasi Nvidia di OpenAI tidak akan mencapai angka yang sebelumnya pernah dibicarakan. 

Mengutip dari Reuters, Kamis (5/3/2026), Huang mengatakan, "Saya pikir kesempatan untuk menginvestasikan 100 miliar dolar AS di OpenAI kemungkinan tidak akan terjadi karena OpenAI akan melantai di bursa saham tahun ini."


Huang juga menegaskan bahwa kesepakatan investasi sebelumnya telah direvisi. "Kami akan menginvestasikan 30 miliar dolar AS di OpenAI, tetapi saya pikir ini mungkin terakhir kalinya kami punya kesempatan untuk berinvestasi di perusahaan yang sepenting ini," ujarnya kepada para peserta konferensi.  Dengan kurs Rp 16.880 per dolar AS, investasi ini bernilai sekitar Rp 506 triliun.

Selain itu, Huang menambahkan bahwa investasi Nvidia sebesar 10 miliar dolar AS di Anthropic kemungkinan juga akan menjadi yang terakhir. "Ini kemungkinan juga akan menjadi yang terakhir," katanya, menandakan bahwa peluang Nvidia untuk mendukung startup AI melalui modal besar akan berkurang secara signifikan. 

Pernyataan Nvidia datang di tengah persiapan kedua startup AI tersebut untuk melakukan initial public offering (IPO). OpenAI, pembuat teknologi ChatGPT yang kini berada di posisi strategis dalam pasar AI global, diperkirakan akan memasuki bursa dengan valuasi yang sangat tinggi, bahkan mendekati 1 triliun dolar AS, menurut laporan eksklusif Reuters tahun lalu.  Sementara Anthropic, yang juga tengah mempertimbangkan IPO pada 2026, menghadapi sengketa dengan Pentagon terkait penggunaan teknologi AI dalam kontrak pertahanan. 

Perkembangan ini mengubah dinamika hubungan antara perusahaan pembuat cip dan pembangun layanan AI. Sebelumnya, Nvidia pernah menjadi sorotan global saat mengumumkan niatnya untuk menginvestasikan hingga 100 miliar dolar AS di OpenAI pada September 2025 sebagai bagian dari kemitraan strategis untuk perluasan infrastruktur AI. Namun, rencana tersebut tidak pernah dituangkan dalam perjanjian final dan kini telah direvisi. 

OpenAI sendiri baru‑baru ini mengumumkan pendanaan besar bersama sejumlah raksasa teknologi. Dalam putaran investasi terbaru senilai 110 miliar dolar AS, Amazon memimpin dengan kontribusi 50 miliar dolar AS, diikuti oleh SoftBank dan Nvidia masing‑masing 30 miliar dolar AS, yang menaikkan valuasi OpenAI menjadi sekitar 730 miliar dolar AS sebelum IPO. 

Di sisi lain, keputusan Nvidia juga memicu diskusi di kalangan analis tentang masa depan struktur pendanaan AI, terutama terkait "circular financing", yaitu ketika perusahaan infrastruktur seperti Nvidia berinvestasi besar pada klien besar yang juga membeli produknya dalam jumlah besar. Kritik itu menyoroti potensi konflik kepentingan dan dampaknya terhadap stabilitas sektor AI secara luas. 

Akhir dari investasi modal besar oleh Nvidia menunjukkan bahwa fase pertumbuhan industri AI kini semakin matang dan bergeser dari ketergantungan pada investasi besar dari penyedia infrastruktur ke arah model yang lebih beragam dan berorientasi pasar modal. Hal ini menjadi tanda penting bagi pelaku industri, investor, dan pembuat kebijakan dalam merumuskan strategi dan regulasi untuk ekosistem AI global ke depan. 

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore