
Ketua Umum Hanura, Oesman Sapta Odang tak masalah jika harus meminta maaf kepada Mahkamah Konstitusi. Itu seiring pernyataannya yang menyebut MK dengan kata-kata tak pantas.
JawaPos.com - Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang (OSO) angkat bicara soal surat somasi yang dilayangkan Mahkamah Konstitusi (MK) pada Selasa (31/7). Dia mengaku tak masalah dengan permintaan maaf soal perkataanya yang disebut kasar.
"Somasinya suruh minta maaf, ya saya sih mau aja minta maaf, cuma minta maaf saja apa susahnya. Tapi mana yang lebih berat, goblok atau pelecehan Undang-undang? itu aja," kata OSO di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (1/8).
Dia menambahkan, pelecehan terhadap undang-undang justru merupakan pelanggaran berat. Karena itu, dirinya merasa memiliki tanggung jawab untuk melakukan perlindungan bagi kepentingan rakyat, terutama di daerah.
"Contohnya, Anda lihat ada plang larangan lewat jalan. Lewat jalan terus plang itu nggak ada, anda lewat nggak? lewat kan? setelah anda lewat, plang itu baru dipasang, nggak boleh lewat, apa anda pulang lagi? nggak benar kan? nah itu," ungkapnya.
Tak hanya itu, OSO pun menghargai usulan yang menginginkan kedua belah pihak menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan. Dia pun meminta pihak MK lah yang melakukan mediasi terlebih dahulu.
"Sebaiknya (keduanya bertemu) ya boleh-boleh saja, itu nggak ada masalah, tapi inisiatif itu dari siapa? harus dari dia dong, karena dia yang bikin salah, bukan saya," pungkasnya.
Sebagai informasi, Mahkamah Konstitusi (MK) mengungkapkan keberatannya atas perkataan OSO yang menyebut 'MK goblok' dalam acara salah satu televisi nasional. MK pun telah mengajukan somasi kepada OSO, untuk meminta maaf.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
