JawaPos Radar

Usai Tangkap Kalapas Sukamiskin

KPK Geledah Ruangan Suami Inneke Koesherawati dan Napi Lain

21/07/2018, 12:23 WIB | Editor: Kuswandi
Penyidik KPK
Ilustrasi: Penyidik KPK saat sedang melakukan penggeledahan di kantor firma hukum Fredrich Yunadi (Ridwan/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Kalapas Sukamiskin Wahid Husen dikabarkan terjaring operasi tengkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh  Tim Satgas Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi pada Jumat (20/7) malam.

Selain menangkap Wahid, tim KPK juga turut mengamankan lima orang pihak lain. Mereka antara lain terpidana kasus korupsi proyek satelit monitoring di Bakamla, Fahmi Darmawansyah (suami Inneke Koesherwati). Selain itu adapula Hendri (driver), Andri (Napi Tipikor tamping Fahmmi), dan Dian Anggraini. Tak hanya itu, tim juga turut mengamankan artis cantik Inneke Koesherawati.

Usai menangkap Wahid, sejurus kemudian tim langsung melakukan sejumlah penggeledahan  di beberapa tempat antara lain, ruang Kalapas, dan ruang Kasie Perawatan.

Selain dua ruangan tersebut, turut juga digeledah sejumlah ruang warga binaan, yakni ruangan terpidana Fahmi Darmawansyah (terpidana korupsi proyek satelit Bakamla) dan Andri (Napi korupsi/ taping Fahmi).

Tak hanya itu, sedianya, Tim KPK juga akan menggeledah ruangan terpidana korupsi lain yakni, Mantan Bupati Bangkalan, Madura, Jatim, Fuad Amin dan ruangan adik kandung mantan Gubernur Banteng Ratu Atut Chosiyah, Tubagus Haeri Wardana (Wawan). Namun, karena kedua orang tersebut tak sedang berada di tempat, akhirnya tim KPK hanya menyegel ruangan tersebut saja.

Terkait adanya OTT Ini, Wakil Ketua KPK Laode M Syarief telah membenarkannya."Sekitar 6 orang diamankan, termasuk pimpinan Lapas dan pihak swasta," kata Syarief kepada wartawan, Sabtu (21/7).

Selain mengamankan para pihak yang diduga melakukan kegiatan suap menyuap, Syarif menyebut, pihaknya juga mengamankan uang tunai rupiah, valas dan kendaraan. Namun, Syarief belum bisa menyebutkan berapa jumlahnya.

"Uang tunai dan valas yang sedang dihitung serta kendaraan juga diamankan sebagai barang bukti awal. Itu dulu yang bisa disampaikan," jelasnya.

Saat ini katanya, enam orang yang diamankan sudah dibawa ke kantor KPK di Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Seperti ketentuan di KUHAP, KPK diberikan waktu paling lama 24 jam sebelum penentuan status hukum pihak yang diamankan. Hasilnya akan disampaikan melalui konferensi pers," tutupnya.

(ipp/JPC)

Alur Cerita Berita

ICW: Bubarkan Penjara Koruptor 21/07/2018, 12:23 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up