
Pengamat politik Boni Hargens dan Direktur Indonesia Millenials Center (IMC) Yerikho Menurung saat diskusi publik bertajuk "Persatuan Nasional Sebagai Agenda Perbaikan Tata Kelola Bangsa" di Jakarta Pusat, Senin (22/6). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)
JawaPos.com - Polarisasi politik dan perpecahan di ruang sipil dinilai sudah terjadi secara vulgar di Indonesia belakangan ini. Fenomena faksionalisasi yang kian meruncing ini dinilai dapat mengancam tata kelola pemerintahan jika tidak segera dimitigasi melalui konsolidasi nasional yang nyata.
Pengamat politik Boni Hargens mengapresiasi langkah kritis generasi muda ini. Ia tidak menampik bahwa situasi sosial-politik saat ini memang sedang berada dalam ketidakpastian akibat ego kelompok yang menonjol.
"Persatuan nasional itu menjadi isu terbesar hari ini. Faksionalisasi, perpecahan di dalam masyarakat sipil, polarisasi politik, itu terjadi secara vulgar belakangan dan itu yang membuat situasi ini tidak menentu," ungkap Boni dalam diskusi publik bertajuk "Persatuan Nasional Sebagai Agenda Perbaikan Tata Kelola Bangsa" di Jakarta, Senin (22/6).
Guna meredam tensi tersebut, Boni mendesak pemerintah untuk mengevaluasi strategi komunikasi publik mereka. Menurutnya, kegaduhan sering kali muncul bukan karena programnya buruk, melainkan akibat tersumbatnya saluran informasi.
"Komunikasi dari kelompok PR (humas) pemerintah juga harus diperbaiki supaya ada keselarasan antara kehendak rakyat dan niat baik pemerintah," tambahnya.
Salah satu contoh miskomunikasi yang sempat memicu riuh di tengah masyarakat adalah implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Boni menilai program andalan Presiden Prabowo ini sebenarnya memiliki visi strategis jangka panjang.
"Beliau (Presiden Prabowo) punya mimpi besar yaitu bagaimana membuat masyarakat Indonesia itu kuat, mandiri di dalam berbagai aspek," jelas Boni. Ia menambahkan, MBG didesain untuk menyiapkan generasi masa depan yang cerdas lewat pemenuhan gizi seimbang.
Meski implementasi di lapangan sempat diwarnai korupsi, Boni memuji respons cepat aparat penegak hukum yang langsung menyikat oknum-oknum nakal penyalahguna anggaran.
"Langkah pemerintah sudah luar biasa melakukan penegakan hukum, menangkap beberapa oknum yang memang terlibat di dalam penyalahgunaan program MBG ini, dan kita apresiasi itu," tuturnya.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
