
Mantan Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong atau Tom Lembong keluar dari di Rutan Cipinang, Jakarta Timur, Jumat (1/8/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Mantan Menteri Perdagangan (Mendag) Thomas Trikasih Lembong alias Tom Lembong mengomentari kasus dugaan korupsi pengadaan laptop chromebook yang menjerat mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim. Ia menyebut, dakwaan kasus dugaan korupsi chromebook tersebut semrawut dan konyol.
Tom menyatakan mengikuti persidangan dugaan korupsi chromebook yang menjerat Nadiem. Bahkan, tim kuasa hukum Nadiem juga sama dengan tim hukumnya saat dirinya terjerat kasus dugaan korupsi impor gula.
"Setahu saya dalam persidangan juga diakui semua pihak bahwa uang itu tidak masuk ke kantongnya Nadiem. Jadi terlalu semrawut, mohon maaf saya sulit menghindar dari istilah konyol," kata Tom dalam siniar Youtube Akbar Faizal Uncensored, Kamis (7/5).
Tom menyatakan, dirinya tidak mempunyai kepentingan untuk membela Nadiem. Sebab, dirinya tidak mengenal, apalagi mempunyai saham di Gojek.
Namun, ia melihat kasus hukum yang menjerat Nadiem menjadi perhatian investor. Mengingat, Nadiem merupakan salah satu pendiri aplikator Gojek.
"Karena suka tidak suka ya Gojek, atau yang resminya di bursa dicatat sebagai GoTo, itu ya boleh dibilang referensi salah satu referensi utama investor, terutama investor internasional, soal perusahaan muda ya startup yang dibangun oleh anak-anak terbaik bangsa, anak muda yang cemerlang, yang kemudian berhasil menjadi sebuah platform yang luar biasa, menjadi layanan esensial bagi puluhan juta warga kita," bebernya.
Selain itu, Tom juga mengomentari kasus dugaan korupsi chromebook yang menjerat mantan konsultan teknologi Kemendikbudristek Ibrahim Arief alias Ibam. Menurutnya, Ibam dituduh menerima uang dalam dugaan korupsi chromebook, padahal uang tersebut merupakan saham miliknya yang berada di Bukalapak.
"Ya misalnya konsultan ya si Ibrahim Arif. Bahwa dia dituduh terima uang ya dalam perkara ini, tapi uang yang dia dituduh ya itu sebenarnya saham dia di Bukalapak karena dia salah satu pendirinya Bukalapak. Iya kan?," cetusnya.
Karena itu, ia mempertanyakan adanya tuntutan hukum pembayaran uang pengganti Rp 16,92 miliar yang menyasar Ibam. Ia berpendapat, saham di Bukalapak tersebut tidak berkaitan dengan Google, sebagaimana dalam pengadaan laptop chromebook.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
