
Ilustrasi ternak sapi. (Alfian Rizal/JawaPos)
JawaPos.com - Tim Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga menggelar kegiatan pengabdian masyarakat bagi peternak di Desa Palembon, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, pada 4–5 Mei 2026. Kegiatan ini menyoroti persoalan yang masih banyak terjadi di lapangan, yakni penggunaan obat kimia pada ternak.
Ketua tim, Prof. Mochamad Lazuardi, dalam keterangan tertulisnya menilai bahwa ketergantungan pada obat kimia bukan hanya soal biaya yang semakin mahal, tetapi juga berisiko terhadap kesehatan manusia sebagai konsumen.
“Obat kimia itu kan sintetik. Sangat bahaya kalau nantinya hewan itu dikonsumsi manusia. Setiap bagian mengandung bahan kimia itu, dagingnya, susunya, telurnya dan semua bagian dari hewan itu sangat berbahaya ketika dikonsumsi. Kalau hewan yang sudah mengandung obat kimia berbahaya, jika dikonsumsi oleh manusia secara terus menerus akan menyebabkan kanker,” ujarnya.
Dosen Unair, Prof. Dr. drh. Mochamad Lazuardi memberikan edukasi kepada para peternak Bojonegoro soal pemanfaatan herbal pada hewan ternak. (Istimewa)
Menurutnya, praktik ini masih banyak ditemukan di kalangan peternak. Karena itu, edukasi menjadi penting agar peternak memahami risiko sekaligus alternatif yang lebih aman.
Melalui kegiatan ini, tim memperkenalkan pemanfaatan tanaman herbal sebagai solusi pengobatan dan pencegahan penyakit ternak. Sejumlah bahan alami seperti daun pepaya, daun jambu biji, daun sirih, hingga temulawak dan jahe dikenalkan karena mudah ditemukan dan relatif aman digunakan.
“Namun, pemilihan daun tidak boleh sembarangan. Daun yang digunakan sebaiknya sudah matang agar kandungan zat aktifnya optimal,” jelas Lazuardi.
Selain itu, peternak juga diajarkan cara pengolahan sederhana seperti perebusan atau penyeduhan untuk mengambil sari aktif tanaman. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa penggunaan herbal tetap perlu kehati-hatian.
“Tidak semua tanaman aman untuk hewan. Beberapa justru mengandung zat beracun yang dapat membahayakan ternak,” tegasnya.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
