
Kemenag Gelar UAN PKPPS Tingkat Wustha, Ijazah Diakui Negara Setara SMP dan MTs. (istimewa)
JawaPos.com - Mulai hari ini (20/4) Kementerian Agama (Kemenag) menyelenggarakan Ujian Akhir Nasional (UAN) Pendidikan Kesetaraan pada Pondok Pesantren Salafiyah (PKPPS) tingkat Wustha. Ujian tersebut sekaligus menegaskan bahwa pendidikan pesantren memiliki legitimasi negara dengan ijazah yang sah dan diakui setara jenjang pendidikan formal.
Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Islam Kemenag Amien Suyitno menyampaikan bahwa lulusan PKPPS tingkat Wustha kini sudah sama dengan lulusan SMP atau MTs. Karena itu, para siswa lulusan pendidikan tersebut bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi seperti Madrasah Aliyah (MA) atau SMA dan sederajat.
”Negara hadir memberikan pengakuan penuh terhadap pendidikan pesantren. Ijazah PKPPS Wustha memiliki legalitas yang sama dan dapat digunakan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya,” kata dia dalam keterangan resmi yang diterima oleh awak media pada Senin malam.
Menurut Amien, hal itu merupakan bagian dari penguatan sistem. Dia menyatakan, evaluasi melalui UAN PKPPS menjadi bagian penting untuk memastikan kualitas dan standar lulusan pesantren tetap terjaga. Dia menyebut, kini santri tidak hanya unggul dalam penguasaan ilmu keagamaan, melainkan juga memenuhi standar kompetensi yang diakui secara nasional.
Dalam keterangan yang sama, Direktur Pesantren Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Basnang Said menjelaskan, PKPPS merupakan jalur pendidikan kesetaraan yang dirancang secara khusus bagi pesantren salafiyah. Meski begitu, pihaknya tetap mempertahankan kekhasan kurikulum berbasis kitab kuning.
”PKPPS menjadi jembatan penting antara tradisi pesantren dan sistem pendidikan nasional. Santri tetap belajar kitab kuning, tetapi juga mendapatkan pengakuan formal dari negara,” ucap Basnang.
Pelaksanaan UAN PKPPS, lanjut Basnang, bukan hanya proses evaluasi pendidikan secara akademik, melainkan sebagai bentuk afirmasi negara terhadap kontribusi pesantren dalam sistem pendidikan nasional. Dia tegas menyatakan, pesantren tidak boleh di pinggirkan.
”Ini adalah bentuk pengakuan bahwa pesantren tidak berada di pinggiran, tetapi menjadi bagian penting dari arus utama pendidikan nasional,” tegasnya.
Kepada semua pesantren dan santri, Basnang meminta mereka mengikuti ujian dengan penuh tanggung jawab dan menjunjung tinggi nilai kejujuran. Menurut dia, integritas adalah ruh pendidikan pesantren. Kemenag berharap seluruh proses ujian berjalan jujur, tertib, dan lancar.
UAN PKPPS tahun ini diikuti oleh 69.176 santri secara nasional dan dilaksanakan secara bertahap. Tingkat Wustha berlangsung pada 20 April hingga 2 Mei 2026. Sebelumnya ujian tingkat Ulya sudah dilaksanakan pada 6–19 April 2026. Sedangkan ujian tingkat Ula akan berlangsung pada 4–16 Mei 2026.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
