
ILUSTRASI: Institut Pertanian Bogor (IPB). (Web Institut Pertanian Bogor)
JawaPos.com - Kasus dugaan kekerasan seksual di lingkungan kampus kembali mencuat ke permukaan. Kali ini diduga melibatkan mahasiswa Fakultas Teknik dan Teknologi (FTT) Institute Pertanian Bogor (IPB) University. Atas kabar yang sudah viral di media sosial tersebut, pihak kampus kini melakukan penelusuran.
Dalam keterangan resmi pada Kamis (16/4), Direktur Kerjasama, Komunikasi, dan Pemasaran IPB University Alfian Helmi menyampaikan keprihatinan mendalam atas dugaan pelanggaran kode etik mahasiswa yang melibatkan sejumlah mahasiswa FTT IPB.
Secara tegas Alfian menyatakan, setiap bentuk tindakan yang merendahkan martabat, termasuk pelecehan berbasis gender, baik secara daring maupun luring tidak dapat ditoleransi. Karena itu, IPB memutuskan untuk melakukan penelusuran secara komprehensif.
Baca Juga:Persib Bandung Ditantang Dewa United yang Lagi On Fire, Laga Panas Pekan ke-28 Super League
Berdasar hasil penelusuran awal yang dilakukan oleh Komisi Disiplin FTT IPB, dugaan kekerasan seksual itu dimulai pada 2024 lalu. Awal mulanya dari sebuah grup privat mahasiswa yang kemudian berkembang. Di dalam grup tersebut ditemukan komentar tidak pantas terhadap mahasiswi.
”Korban mengetahui keberadaan grup tersebut dan telah berupaya menyelesaikan persoalan melalui mediasi yang difasilitasi oleh kakak tingkatnya,” terang dia.
Namun demikian, proses mediasi belum sepenuhnya memenuhi rasa keadilan bagi korban. Untuk itu, korban melaporkan dugaan kekerasan seksual tersebut secara resmi kepada FTT IPB pada Rabu (15/4). Pada hari itu juga, pihak kampus merespons dan memproses aduan tersebut.
”IPB University berkomitmen untuk memastikan proses penanganan berjalan lebih komprehensif, berkeadilan, dan berorientasi pada pemulihan korban,” ucap Alfian.
Sebagai bentuk pertanggungjawaban, IPB menegaskan komitmen untuk menempatkan keselamatan dan pemulihan korban sebagai prioritas utama, termasuk pendampingan psikologis dan akademik. IPB juga akan menindak tegas setiap pelanggaran kode etik mahasiswa sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Tidak hanya itu, IPB menjamin proses penanganan yang objektif, transparan, dan akuntabel serta akan berusaha mencegah segala bentuk intimidasi, tekanan, atau stigma terhadap korban maupun pelapor. Komitmen lainnya, IPB akan memperkuat edukasi dan budaya kampus yang menghormati kesetaraan dan martabat setiap individu.
Lebih lanjut, Alfian mengungkapkan bahwa sejak laporan diterima kemarin, pihak kampus juga telah melakukan langkah-langkah penanganan. Diantaranya dengan melakukan penelusuran fakta dan penyusunan kronologi resmi dengan memanggil pihak-pihak yang terkait.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
