
Ilustrasi petugas gabungan membakar barang bukti berupa rokok ilegal.
JawaPos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendapat dukungan untuk mengusut tuntas kasus dugaan korupsi cukai yang diduga melibatkan oknum di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Kementerian Keuangan (DJBC Kemenkeu). Kasus ini harus diungkap secara transparan agar peredaran rokok ilegal bisa diberantas.
Direktur Eksekutif Ruang Kebijakan Kesehatan Indonesia (RUKKI), Mouhamad Bigwanto mengatakan, penyalahgunaan pita cukai menimbulkan merugikan negara hingga triliunan rupiah. Selain itu, terjadinya kejahatan ini menjadi aib adanya pengawasan yang kurang tegas, sehingga rokok ilegal banyak beredar.
Bigwanto juga mengkhawatirkan rencana kebijakan yang disampaikan oleh Menteri Keuangan terkait penambahan satu layer cukai rokok dengan tarif rendah malah akan menguntungkan produsen rokok ilegal. Kondisi ini akan bertentangan dengan upaya penegakan hukum untuk memberantas rokok ilegal.
“Ironisnya, dalam praktik kebijakan di Indonesia, pelanggaran justru berisiko diganjar insentif, bukan sanksi. Penambahan layer cukai menunjukkan bagaimana kebijakan yang seharusnya menekan rokok ilegal justru berpotensi mengakomodasinya. Jika kebijakan ini tidak efektif dan rokok ilegal tetap marak, apakah solusi yang diambil adalah menambah layer baru lagi?,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (13/4).
Bigwanto berharap proses hukum yang dijalankan KPK menjadi momentum bagi pemerintah melakukan pembenahan. Tanpa fondasi penegakan hukum yang tegas, kebijakan tambah layer justru kontraproduktif dan dapat memperlemah upaya pemberantasan rokok ilegal secara menyeluruh.
“Masalah rokok ilegal tidak bisa diselesaikan dengan memberi ruang bagi pelanggaran dan menjadikan para pelanggar sebagai mitra. Justru diperlukan keberanian untuk menegakkan hukum secara konsisten dan menutup celah yang selama ini dimanfaatkan industri,” imbuhnya.
Sementara, Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Sebelas Maret (UNS), Sunny Ummul Firdaus mengatakan, perlu ada sinkronisasi antara kebijakan fiskal dan penegakan hukum.
“Sehingga perubahan tarif tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari upaya yang lebih luas untuk menciptakan sistem regulasi yang efektif, adil, dan memberikan kepastian hukum bagi seluruh pelaku usaha,” kata Sunny.
Terkait rencana Kemenkeu menambah layer cukai rendah untuk mengakomodasi rokok ilegal, Sunny menilai wacana tersebut berpotensi menimbulkan kontradiksi terhadap kepastian hukum bagi pelaku usaha yang selama ini patuh terhadap ketentuan cukai.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
