Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 5 Maret 2026 | 23.29 WIB

Mahasiswa Undip Dikeroyok 30 Orang, Sahroni Anggap Bukan Lagi Kenakalan Tapi Kriminal

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni (tengah). (Dery Ridwansah/JawaPos.com) - Image

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni (tengah). (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

JawaPos.com - Mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Jawa Tengah Arnendo, 20, menjadi korban penganiayaan sekitar 30 orang. Pelakunya diduga sesama mahasiswa di Jurusan Antropologi Sosial, Fakultas Ilmu Budaya Undip.

Akibat peristiwa ini, korban mengalami banyak luka di sekujur tubuh. Korban pun telah melaporkan kasus ini ke polisi.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mengecam tindakan penganiayaan tersebut. Baginya, tindakan perundungan atau bullying adalah tindakan kriminal.

“Bullying yang terjadi di Undip ini sudah jelas masuk ranah kriminal, seluruh unsur kekerasan dan intimidasi ada di sana. Maka polisi harus tindak tegas semua pelakunya," kata Sahroni, Kamis (5/3).

Politikus Partai NasDem ini menilai, tindakan para pelaku bukan lagi dikategorikan kenakalan. Oleh karena itu, harus ada tindakan tegas kepada para pelaku.

"Apalagi dalam kasus ini pelakunya disebut puluhan orang, artinya ini bukan lagi kenakalan mahasiswa biasa, tapi kekerasan kolektif yang harus ditangani serius,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Sahroni pun menyoroti mekanisme pengawasan kampus yang lemah. Dia mendesak kampus lebih aktif mengawasi kegiatan mahasiswanya. 

“Kalau pelakunya ada sebanyak itu, berarti ada sistem pengawasan yang gagal. Makanya, kampus harus proaktif mengaudit kegiatan kemahasiswaan yang berpotensi melahirkan budaya kekerasan atau senioritas yang tidak sehat," tegasnya.

Dalam kasus ini kampus pun bisa dikenakan evaluasi bila terbukti melakukan kelalaian. Lingkungan pendidikan harus bebas dari segala bentuk kekerasan.

"Jika nanti ditemukan ada pembiaran, maka pihak kampus juga harus dievaluasi oleh Kemendiktisaintek dan potensi unsur pidananya oleh kepolisian. Ini penting untuk mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman,” pungkas Sahroni. 

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore