Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya bersama pimpinan menggelar konferensi pers di kantor PBNU, Jakarta Pusat, Jakarta, Rabu (24/12/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya mengutuk keras serangan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran sejak Sabtu (27/3). Menurutnya, serangan AS-Israel terhadap Iran merupakan tindakan brutal.
“Serangan AS dan Israel atas Iran adalah tindakan brutal yang kembali merusak tatanan internasional, bahkan berpotensi memicu konflik global yang tidak terkendali serta menciptakan alasan bangkitnya kembali radikalisme dan ekstremisme,” kata Gus Yahya dalam keterangannya, Selasa (3/3).
Ia juga menyampaikan rasa belasungkawa dan duka cita yang mendalam atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei akibat serangan tersebut. Gus Yahya mengajak seluruh umat Islam dan komunitas internasional untuk mendoakan bangsa Iran agar tetap tegar dan diberi kekuatan dalam menghadapi situasi sulit ini.
Namun demikian, dalam pernyataannya Gus Yahya juga menyampaikan penyesalan atas tindakan Iran yang melakukan serangan ke berbagai negara tanpa alasan yang dapat diterima. Menurutnya, langkah tersebut justru mendorong eskalasi konflik dan semakin menyulitkan upaya resolusi.
“Kita semua paham itu kemarahan dan menyasar titik-titik yang diduga menjadi tempat tentara Amerika. Namun apa pun alasannya, serangan itu justru akan memperburuk situasi,” ujarnya.
PBNU, lanjut Gus Yahya, menyerukan kepada masyarakat internasional untuk berkonsolidasi menegakkan kembali konsensus tatanan dunia dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai perwujudan strukturalnya, agar lembaga tersebut dapat menjalankan fungsi sebagai penjaga tatanan internasional secara efektif.
Selain itu, PBNU juga mendorong Pemerintah Indonesia untuk mengambil peran aktif dalam mengupayakan deeskalasi konflik menuju resolusi damai yang beradab dan bermartabat.
Ia berharap, Pemerintah Indonesia dapat memanfaatkan posisi dan perannya dalam BoP (Balance of Power) untuk mendesak Amerika Serikat, Israel, serta para aktor lain yang terlibat agar menghentikan kekerasan dan menempuh jalan damai.
“Kami juga mendorong Pemerintah Indonesia untuk mengambil peran aktif dalam mengupayakan deeskalasi konflik menuju resolusi damai yang beradab dan bermartabat. Ini amanat konstitusi kita,” pungkasnya.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Ekuador vs Curacao: Alan Franco Sudah Lupakan Kekalahan di Laga Perdana
